Rektor UPR Ajak Bersama Menjaga Kelestarian Budaya Adat Dayak

  • Bagikan
RAKER- Rektor UPR hadiri kegiatan rapat kerja (Raker) Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, pekan lalu.FOTO: ISTIMEWA

PALANGKA RAYA-Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Andrie Elia SE MSi, menyampaikan bahwa pihaknya di UPR kerap menjadikan budaya lokal sebagai sebuah jati diri.

Dengan begitu, UPR juga memiliki peran dalam melestarikan, melindungi dan mengembangkan budaya daerah tersebut. Baik itu seni tari, kerajinan tamgan, bahasa daerah, hingga kuliner dan wisata daerah.

Hal ini seringkali disampaikan Rektor UPR pada setiap kesempatan ketika sebagai pembicara baik kegiatan lokal maupun nasional. Salah satunya dalam kegiatan rapat kerja (Raker) Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, pekan lalu.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pengadilan Negeri Palangka Raya tersebut, Ketua Harian DAD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, sekaligus dipercaya untuk menyampaikan materi tentang pentingnya Hukum Adat dalam melindungi adat sendiri.

 “Penerapan sistem Hukum Adat Dayak merupakan landasan hukum yang berlaku bagi masyarakat adat. Hukum yang bersifat khusus ini harus juga di pelajari, dilestarikan bahkan kalau bisa diterapkan,” ujar Andrie ketika dibincangi Tabengan melalui pesan Whatsapp pribadinya, Senin (7/12/2020).

Dirinya mengungkapkan bahwa hukum adat adalah kesepakatan yang lahir dengan adanya interaksi antara masyarakat Dayak. Untuk itulah, UPR selaku lembaga pendidikan, memiliki kewajiban dalam mengkaji unsur adat yang lahir atas kesepakatan masyarakat adat tesebut.

“Perlu untuk dilakukan, karena jangan sekali-kali kita lupakan sejarah lokal. Salah satunya seperti hukum adat yang merupakan warisan dan ilmu pengetahuan lokal. Dengan menjadi jati diri, maka nilai kebudayan adat Dayak tetap terjaga,” tutup Andrie. bob

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.