Cerita Penyanyi Panggilan Kapuas di Tengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Cerita Penyanyi Panggilan Kapuas di Tengah Pandemi Covid-19
terhimpit karena Pandemi, penyanyi dangdut jadi badut jalanan di kapuas
iklan atas

***Demi Keluarga, Rela Alih Profesi jadi Badut Jalanan

KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM – Cerita klasik, itu yang mungkin terucap dimulut banyak orang kalau melihat dengan apa yang saat ini dilakukan, karena alasan hanya demi perut agar asap di dapur dapat terus mengepul, dan keluarga tidak berteriak karena tidak ada yang dapat dimakan,  Deny A Karna (38) yang akrab dipanggil Deden seorang penyanyi panggilan di setiap ada pesta perkawinan ini, terpaksa harus bating stir mata pencahariannya.

Akibat tidak ada job, terlebih larangan izin untuk mengadakan pesta perkawinan, dirinya  terpaksa harus banting stir dengan beralih profesi sebagai penghibur orang lain dengan menjadi Badut jalanan.

Sebagaimana yang diungkapkanya kepada media ini,  dengan menghela nafas panjang dirinya menceritakan keluh kesahnya dari tidak adanya job lagi untuk mendapatkan uang untuk menghidupi keluarga, sampai uang simpanan yang untuk keperluan memiliki sebuah rumah mungil semuanya kini sudah tidak bersisa lagi, akibat wabah Covid-19 yang sudah melanda kabupaten Kapuas selama kurun waktu 9 bulan ini.

Dengan bermodalkan uang pinjaman kepada saudaranya, dirinya membeli sebuah kostum baju Badut yang Mickey Mouse, setiap hari dirinya berlenggang lenggok di sekitar putaran lampu merah Jalan Patih Rumbih, hanya berharap adanya orang  atau para dermawan yang mau bermurah hati untuk menyisihkan uang recehnya untuk  membantu dirinya dan keluarga.

“Yah mau apalagi mas, kalau tidak begini keluarga saya mau makan apa, awalnya sih malu juga, tapi lama-lama dan sudah terbiasa hal ini saya lakukan setiap hari, dan keluargapun walau sempat tidak mendukung, namun akhirnya justru membantu saya untuk mempersiapkan kostum badut tersebut apabila saya mau berangkat. Yang penting apa yang saya kerjakan itu halal mas, dan saya tidak mencuri walapun hanya mendapatkan 5-100 ribu perharinya,” ungkapnya.

Ditambahkanya juga bahwa dalam setiap melakukan aksinya dirinya selalu dibantu oleh seorang rekannya, untuk membantu apabila ada orang atau dermawan yang mau menyisihkan uangnya untuk memasukan ke celengan yang ada di depan kostumnya. Sebab dengan kondisi fisiknya bawaan yang kurang sejak lahir, yaitu di penglihatan, dirinya harus mengajak rekanya tersebut untuk memandu agar tidak menghalangi alur lalu lintas di lampu merah tersebut.

Dia berharap sekali kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait, sebenarnya dapat membantu mereka para seniman untuk dapat memberikan solusi bagaimana mereka dapat tetap bisa berekspresi walaupun Pandemi Covid-19 ini berlangsung, sebab kalau tidak ke pemerintah kepada siapa lagi mereka berharap.yuliansyah

iklan atas

Pos terkait

iklan atas