Tim Satgas Keluarkan Panduan Lengkap Ibadah Natal Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Tim Satgas Keluarkan Panduan Lengkap Ibadah Natal Ditengah Pandemi Covid-19
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota, Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA – Setelah melalui rangkaian koordinasi yang panjang antara Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Tim Satgas Covid-19, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan pihak gereja-gereja yang ada di Kota Cantik, dokter, tim gerak cepat dan Dinas Kesehatan akhirnya telah disepakati bersama terkait dengan pelaksanaan ibadah Natal bagi umat Kristiani.
Surat imbauan bernomor 368/1460 /BPBD/COVID-19/XI1/2020 tentang penyelenggaraan kegiatan ibadah Natal dan perayaan Natal pada masa pandemi Covid-19 resmi disahkan per tanggal 3 Desember 2020.
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota, Emi Abriyani mengatakan ada beberapa ketentuan yang harus menjadi perhatian dalam penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal pada tahun ini. Yang pertama, ungkapnya, yakni ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan, sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 23 Tahun 2020. Kemudian kegiatan ibadah Natal Umum/Jemaat/Gereja hanya diselenggarakan di Gereja.
Selanjutnya, ibadah Natal keluarga, paguyuban, kerukunan dan lain-lain tidak direkomendasi secara
tatap muka, dan kata Emi kembali jika dilaksanakan hanya boleh dilakukan secara virtual/daring. Ibadah Natal Kategorial hanya direkomendasikan secara virtual dan dikoordinasikan dengan pihak Gereja setempat.
“Ibadah Natal hanya difokuskan pada tanggal 24, 25, 26, 31 Desember 2020 dan 1 Januari 2021 dan pada Hari Minggu atau ibadah Minggu. Sedangkan bagi gereja yang mengadakan ibadah Natal Umum di luar tanggal tersebut, seperti Gereja Kharismatik diharapkan berkoordinasi dengan mengirimkan surat lebih lanjut ke Tim Satgas,” jelasnya.
Lalu untuk teknis pelaksanaan ibadah, dikatakannya harus ada pembatasan jumlah jemaat/umat yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan perayaan Natal yang tidak melebihi 50 persen dari kapasitas gereja, serta tidak diperkenankan menambah kapasitas dengan tenda.
“Kemudian diharapkan mempersingkat waktu pelaksanaan ibadah maksimal 90 menit, tanpa mengurangi penghayatan akan nilai-nilai Natal. Dan seluruh gereja kami ingatkan agar menyampaikan jadwal Ibadah Natal ke Tim Satgas Covid-19 kota minimal 7 hari sebelum pelaksanaan,” beber Emi.
Sedangkan sebagai langkah pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan pandemi Covid-19, pihak penyelenggara/pengurus Gereja serta jemaat/umat diingatkan Emi harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yaitu sebagai berikut :

1. Menyiapkan petugas yang cukup untuk melaksanakan protokol kesehatan.
2. Membuka semua saluran udara/ ventilasi (pintu dan jendela).
3. Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, dan mewajibkan semua jemaat/umat untuk mencuci tangan sebelum memasuki Gereja.
4. Menyediakan handsanitizer di setiap pintu masuk dan beberapa area strategis di ruangan Gereja.
5. Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area Gereja, tempat/barang/benda yang dipegang oleh banyak orang, serta kursi secara berkala;
6. Membuka semua pintu keluar masuk Gereja dengan menempatkan petugas dimasing-masing tempat guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol
kesehatan.
7. Menyediakan alat pengecekan suhu tubuh di pintu masuk. Jika ditemukan orang dengan suhu>37,5Ā°C (2 kali pemeriksaan dengan jarak 5 menit), tidak diperkenankan mamasuki Gereja.
8. Menerapkan pembatasan jarak (kiri, kanan, muka, belakang) dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak I meter.
9. Membuat media edukasi berupa spanduk/baliho tentang imbaun penerapan protokol kesehatan pada tempat-tempat yang mudah terlihat.
10. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaat/umat tamu yang datang dari luar Kota Palangka Raya wajib memperlihatkan hasil test PCR atau Rapid Test yang masih berlaku.
11. Jemaat/umat dalam kondisi tidak sehat tidak direkomendasikan mengikuti Ibadah Natal di Gereja.
12. Wajib menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area Gereja.
13. Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan.
14. Bagi anak-anak, jemaat/umat lanjut usia, ibu hamil dan orang-orang dengan penyakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap Covid-19 agar mengikuti ibadah secara daring di rumah masing-masing dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh Pengurus dan Pengelola Gereja.
15. Seluruh jemaat/umat harus ikut peduli terhadap penerapan pelaksanaan protokol kesehatan di Gereja.
16. Memastikan tidak ada aktivitas jual-beli/perdagangan di lingkungan Gereja dan penyajian makanan hanya dengan kotakan. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas