SEMINAR NASIONAL- Perlu Regenerasi Penutur Bahasa Daerah agar Tidak Punah

Suasana Seminar Nasional Kebahasaan dan Kesastraan 2020 yang digelar Balai Bahasa Kalteng di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (3/12/2020). DANIEL

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Dalam upaya pelestarian bahasa daerah, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan Seminar Nasional Kebahasaan dan Kesastraan 2020 dengan topik Bahasa dan Sastra Daerah di Tengah Arus Digitalisasi dan Globalisasi, di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (3/12/2020).

Ketua Panitia Seminar Kebahasaan dan Kesastraan 2020 R Hery Budhiono MA mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini antara lain untuk memasyarakatkan temuan-temuan baru kebahasaan dan kesastraan daerah.

Selain itu, untuk membekali masyarakat dengan kebahasaan dan kesastraan secara praktis, juga meningkatkan mutu kebahasaan daerah di tengah arus globalisasi.

“Indikasi-indikasi kepunahan bahasa daerah telah ada, oleh karena itu perlu adanya pelestarian bahasa daerah. Hal ini disebabkan jumlah penutur bahasa daerah semakin sedikit,” ungkap Hery.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng Valentina Lovina Tanate MHum berharap, kegiatan seminar tersebut bukan hanya dalam upaya melindungi bahasa dan sastra daerah, tapi juga untuk mengembangkan bahasa daerah.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof E Aminudin Aziz MA PhD yang menegaskan bahwa bahasa daerah perlu dilestarikan.

Bahasa dan sastra daerah di era globalisasi memerlukan penanganan yang nyata dan spesifik. Ada bahasa yang dapat direvitasisasi, ada pula yang perlu dikonservasi dan atau perlu keduanya, yakni revitalisasi sekaligus konservasi.

Diharapkan kegiatan ini dapat berdampak bagi adanya regenerasi penutur bahasa daerah, sehingga bahasa daerah tidak menjadi punah, khususnya yang ada di Kalteng.

Aminudin mengambil contoh seorang Youtuber dari Jawa Barat yang memperkenalkan Bahasa Sunda dan memiliki jumlah ribuan viewer, sehingga memperoleh royalti dari Youtube sebesar Rp200 juta setiap bulannya.

“Ini hanya sekadar contoh, selain bahasa daerah menjadi terjaga, dapat juga meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya. dsn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.