Bea Cukai Musnahkan Barbuk Milik Negara

  • Whatsapp
Bea Cukai Musnahkan Barbuk Milik Negara
DIMUSNAHKAN- Proses pemusnahan barang milik negara hasil penindakan oleh KPPBC TMP C Palangka Raya. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Palangka Raya kembali melaksanakan pemusnahan terhadap barang bukti (barbuk) milik negara berupa hasil penindakan dan senjata api. Pemusnahan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Palangka Raya nomor KEP-141/WBC.15/KPP.MP.04/2020.

Hadir pada kegiatan tersebut perwakilan Kejati Kalteng, BNNK Palangka Raya, Pengadilan Negeri, Pemko Palangka Raya, Polresta Palangka Raya dan TNI-Polri.

Adapun barang yang menjadi milik negara dan dimusnahkan, di antaranya rokok ilegal sebanyak 70.642 batang, tembakau IRIS 2.311 gram, hasil pengolahan tembakau lainnya berupa e-liquid untuk rokok elektrik 7,82 liter, minuman mengandung etil alkohol (MMEA) 86 botol, obat-obatan sebanyak 53 butir dan senjata api jenis revolver sebanyak 2 unit.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar, kemudian membuang isi cairan dan melakukan pemotongan khusus bagi 2 unit senjata api oleh Satbrimobda Polda Kalteng di depan halaman Kantor KPPBC TMP C Palangka Raya, Jalan Diponegoro, Rabu (2/12) pagi.

“Senjata api yang dimusnahkan itu bertipe Taurus dengan tahun perolehan 1985. Senjata api inventaris ini dimusnahkan karena kondisi rusak berat,” ucap Kepala KPPBC TMP C Palangka Raya Indra Sucahyo.

Dijelaskan, selain mengawasi kegiatan ekspor dan impor, Bea dan Cukai Palangka Raya juga aktif melakukan pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal. Salah satunya berupa hasil tembakau dan minuman mengandung etil alkohol yang saat ini dimusnahkan.

“Wilayah kerja KPPBC Palangka Raya meliput 7 kabupaten dan 1  kota. Terdiri dari Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Gunung Mas, Murung Raya dan Kota Palangka Raya,” terangnya.

Indra menegaskan, kegiatan pengawasan di bidang kepabeanan dan cukai dilaksanakan sebagai upaya menjalankan fungsi bea dan cukai selaku community protector atau pelindung masyarakat baik dari penyelundupan barang ilegal maupun dari peredaran barang kena cukai ilegal.

Dari hasil kegiatan terhadap barang-barang tersebut, Bea dan Cukai Palangka Raya berhasil menambah penerimaan negara dari pengenaan sanksi administrasi di bidang cukai kepada para pelanggar sebesar Rp169.466.000.

“Dalam rangka mendukung kegiatan penindakan dan pengawasan, bea cukai senantiasa menjalin kerja sama dan koordinasi, baik dengan instansi lain, seperti kepolisian, kejaksaan, Denpom, Satpol PP dan BNN. Terutama BNNP Kalteng yang pada 7 November lalu kami berhasil menggagalkan peredaran tembakau gorila sebanyak 24,5 gram,” ungkapnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas