Kesal Sering Nangis, Anak Tiri Dibunuh

  • Bagikan
PRESS RILIS - Kapolres Barsel AKBP Agung Tri Widiantoro didampingi Kasatreskrim AKP Yonals N. Putera saat press release, Senin, 30 November 2020. TABENGAN/HAMDAN

BUNTOK/TABENGAN.COM – Kesal karena sering nangis, seorang ayah tiri malah menghabisi balita berinisial RS (3,5) hingga tidak bernyawa, padahal  balita tersebut  merupakan anak dari istrinya.

Terungkap pemicu meninggalnya RS  warga Desa Batilap, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan, pada Senin, 23 November 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, setelah menerima perlakukan kejam ayah tirinya berinisisl PM (21) melakukan penganiayaan tanpa belas kasihan.

Karena masih menangis meski sudah dibeli Gulali, tersangka pun memukul korban menggunakan tangan tepat dibagian belakang pinggangnya, namun tangis korban kian menjadi-jadi, tersangka pun kembali memukul menggunakan tangan ke arah ulu hati sebanyak satu kali hingga korban terlentang dilantai.

Tak sampai disitu, korban kembali lagi dipukul menggunakan tangan kanan dibagian dada akibatnya korban mengalami sesak dada sambil menangis dan dipukul lagi mengenai pipi kiri selanjutnya dipukul mengenai pipi kanan.

Meski sudah tak berdaya tersangka kembali memukul korban dibagian belakang leher, kemudian dipukul kembali dibelakang kepala.

“Akhirnya korban tidak sadarkan diri dan tidak bergerak serta sesak nafas, kemudian tersangka mengambil batal dan guling membaringkan korban seolah tertidur,” ungkap Kapolres.kata Kapolres Barsel AKBP Agung Tri Widiantoro didampingi Kasatreskrim AKP Yonals N. Putera saat press release, Senin, 30 November 2020.

Ia menceritakan, sebelum kejadian, saat tersangka pulang ke rumah usai mencari ikan sekitar pukul 10.30 WIB, mendapati isterinya bersama korban sedang menangis di depan rumah.

Tersangka pun bertanya kenapa korban menangis dan  dijawab sang isteri menangis karena ingin gulali, namun tak punya uang untuk membelinya. Tersangka pun pergi menjual ikan hasil tangkapannya.

Usai menjual ikan tersebut, tersangka memberikan uang Rp50 ribu kepada isterinya. Kemudian isterinya membeli gulali dari tukang sayur yang singgah dirumah tetangga mereka.

Setelah pulang usai membeli gulali, tersangka menyuruh kembali isterinya membeli rokok dan BBM jenis pertalite, saat isterinya membeli rokok dan BBM tersebut tersangka melakukan aksi kejamnya hingga korban meninggal dunia.

“Dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 80 ayat (3) dengan ancaman hukuman penjara 15 Tahun Penjara,”kata mantan Kapolres Seruyan itu.c-dan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.