Ibadah Natal di Palangka Raya Wajib Terapkan Prokes Ketat

  • Whatsapp
Ibadah Natal di Palangka Raya Wajib Terapkan Prokes Ketat
RAPAT KOORDINASI- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat menggelar rapat koordinasi Perayaan Ibadah Natal di tengah pandemi Covid-19, Senin (30/11) petang.ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COKM – Pandemi Covid-19 yang belum usai menyebabkan semua kegiatan harus dilakukan dengan adaptasi kebiasaan baru. Penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi hal paling utama. Begitu pun dalam acara perayaan hari besar keagamaan.

Karena itu, memasuki Desember 2020 yang identik dengan perayaan Natal bagi umat Kristiani dan Tahun Baru, Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya segera melakukan rapat koordinasi bersama pihak terkait.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Emi Abriyani saat dijumpai Tabengan usai memimpin rapat, Senin (30/11/2020) petang, mengatakan, kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19.

“Kita segera melakukan koordinasi untuk memutuskan panduan seperti apa yang akan digunakan pada perayaan Natal tahun ini. Diharapkan dapat meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas umat dalam melaksanakan ibadah dan perayaan Natal 2020,” ujar Emi.

Secara umum berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat tersebut, diungkapkannya bahwa ibadah perayaan Natal akan dilaksanakan pada 24, 25 dan 26 Desember. Kemudian untuk ibadah pisah sambut Tahun Baru 2021, akan dilaksanakan pada 31 Desember dan 1 Januari 2021.

“Jadi untuk setiap kegiatan di gereja, tetap harus mengajukan izin kegiatan ke Tim Satgas. Tim Satgas akan tetap mengawasi dan melakukan edukasi untuk penerapan prokes agar betul-betul dilaksanakan, mengingat kasus semakin naik. Sistem ibadah pun akan dilakukan per sesi untuk mencegah penumpukan umat Kristiani yang beribadah. Penerapan prokes akan diberlakukan dengan ketat,” jelasnya.

Menurutnya, Divisi Asistensi Tim Satgas juga akan standby melayani pihak gereja yang mengajukan asistensi prokes untuk perayaan ibadah Natal. Para umat Kristiani pun akan diarahkan untuk beribadah pada gereja yang telah diasistensi dan mendapatkan rekomendasi.

“Bagi gereja yang belum asistensi dan mendapatkan rekomendasi, kita harapkan segera mengajukan kepada Tim Satgas. Kita akan selalu siap melayani. Dan, perlu diingat, semuanya tanpa dipungut biaya,” jelas Emi.

Selain itu, terkait perayaan ibadah Natal bagi kerukunan dan paguyuban masyarakat, pada tahun ini akan berbeda. Jika sebelumnya selalu dirayakan meriah sepanjang Desember, maka tahun ini akan diganti serta direkomendasikan dengan ibadah sistem daring atau melalui live streaming dari gereja masing-masing.

“Kita kembali akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak terkait untuk perayaan ibadah Natal paguyuban. Demi memutus mata rantai sebaran, maka akan dilakukan secara online,” bebernya.

Kemudian di sisi lain juga, lanjut Emi, perayaan ibadah Natal 2020 ini Tim Satgas Covid-19 Kota akan berpegang kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 23 Tahun 2020 tentang panduan ibadah Natal selama pandemi Covid-19.

Secara umum, beberapa poin dalam edaran tersebut. Pertama, panduan tersebut menekankan ibadah dilaksanakan secara sederhana dan secara kekeluargaan. Kedua, perayaan Natal juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola rumah ibadah.

Ketiga, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan perayaan Natal secara berjemaat tidak lebih dari 50 persen kapasitas rumah ibadah dan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Poin keempat dan kelima pada pokoknya menekankan agar pengurus atau pengelola rumah ibadah sekaligus umat untuk mematuhi protokol kesehatan. Kemudian, anak-anak, jemaat yang rentan tertular penyakit, dan jemaat dengan penyakit bawaan diimbau mengikuti ibadah secara daring,” katanya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas