Matahari Department Store Tutup Sejumlah Gerai

  • Whatsapp
BUKA-Gerai Matahari Store Palangka Raya di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya tetap buka di tengah pandemi Covid-19. TABENGAN/DANIEL
iklan atas

**Gerai Matahari Palangka Raya Aman

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Perusahaan retail PT Matahari Department Store Tbk. akan menutup sejumlah gerainya di sejumlah lokasi menjelang akhir tahun 2020. 

Dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia pada Sabtu (28/11), perusahaan dengan kode saham LPPF ini menyebutkan sebanyak 6 outlet direncanakan akan ditutup. Rinciannya adalah sebanyak 4 gerai berada di Pulau Jawa, 1 di wilayah Bali, dan 1 di Pulau Sulawesi.

“Dengan demikian, jumlah outlet kami yang akan beroperasi pada akhir 2020 nanti adalah sebanyak 147 dari sebelumnya 153,” demikian pernyataan manajemen.

Perusahaan juga memastikan pihaknya tidak akan membuka outlet-outlet baru pada kuartal IV tahun 2020 dan kuartal I tahun 2021 mendatang.

Matahari Department Store menjelaskan, dari 147 outlet yang beroperasi, 23 di antaranya dimasukkan dalam daftar pengawasan guna mengkaji kinerja dan profitabilitas. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan performa outlet-outlet tersebut.

Perusahaan juga akan terus berkomunikasi dengan pengelola pusat perbelanjaan atau pemilik lahan guna mendapatkan biaya sewa yang lebih rendah.

Per kuartal III tahun 2020, penjualan Matahari Department Store jeblok hingga 57,6 persen pada periode sembilan bulan 2020. Perseroan juga telah menutup tujuh gerai berformat besar dan menutup seluruh gerai khusus.

Pendapatan kotor Matahari Department Store mencapai Rp5,9 triliun pada periode Januari-September 2020, turun 57,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pendapatan bersih juga turun 57,5 persen menjadi Rp3,3 triliun.

Sementara itu, dampak pandemi yang menghantam salah satu raksasa Departemen Store di Indonesia tersebut juga diakui oleh salah seorang supervisor Gerai Matahari Department Store Palangka Raya. Namun untuk penutupan gerai, semua adalah semua kebijakan dari pusat.

“Memang sih ada penurunan sejak pandemi, jadi tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Antisipasi dengan maksimalkan penjualan barang yang ada dan sumber daya manusia yang ada, untuk dapat bertahan,” ujarnya.

Tambahnya pula, discount yang digelar dipenghujung bulan November ini, tidak ada sangkut pautnya dengan penutupan gerai dibeberapa kota di Indonesia. Discount tersebut memang merupakan program rutin dari Matahari dan bukan usaha untuk mengosongkan stok yang ada di gudang.

Terpisah, Asisten Manager Matahari Departemen Store Palangka Raya, Mariono mengatakan kurang begitu mengetahui persoalan yang ada di luar Palangka Raya, karena semua kebijakan bersumber dari pusat.

“Kurang paham ya, karena penentu kebijakan dari pusat,” bebernya ketika dikonfirmasi Tabengan, Senin (30/11). t-com/dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas