VIRAL VIDEO- Ditresnarkoba Dihalangi Masuk ke Lapas Narkotika

  • Whatsapp
VIRAL VIDEO- Ditresnarkoba Dihalangi Masuk ke Lapas Narkotika
HEBOH - Rilis kasus yang digelar Polda Kalteng bersama Lapas Narkotika Kasongan menyikapi video yang beredar. TABENGAN/ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM –  Bersitegang sempat terjadi di Lapas Khusus Narkotika Kasongan antara personel Ditresnarkoba Polda Kalteng dengan polsuspas. Kejadian ini sempat viral usai video dugaan penghalangan oleh oknum polsuspas beredar di media sosial.

Dalam video berdurasi 1:23 menit tersebut tampak personel Ditresnarkoba dengan nada tinggi meminta polsuspas untuk membukakan pintu pengamanan. Pasalnya, kedatangan tim Ditresnarkoba sudah melalui koordinasi dengan Kalapas Narkotika Kasongan, Ahmad Hardi.

Sayangnya, ucapan yang dilontarkan personel kepolisian tak digubris oleh polsuspas yang berjaga.

Informasi di lapangan, kedatangan personel Ditresnarkoba Polda Kalteng merupakan upaya pengembangan kasus atas tertangkapnya dua pengedar narkoba jenis sabu di Kota Palangka Raya.

Dalam penangkapan yang berlangsung Jumat (27/11/2020) lalu, tim Ditresnarkoba menangkap Mulyadi dan Ramli selaku pengedar dengan barang bukti ratusan gram sabu.

Dari pemeriksaan terhadap kedua tersangka didapati bahwa keduanya merupakan satu jaringan dan dikendalikan oleh dua narapidana di Lapas Khusus Narkotika Kasongan.

Menyikapi beredarnya video tersebut Kabid Humas Polda Kalteng, Hendra Rochmawan, menyebutkan jika kejadian tersebut hanyalah miskomunikasi antara polsuspas dan personel Ditresnarkoba Polda Kalteng.

Saat itu tim Ditresnarkoba Polda Kalteng telah berkoordinasi dan mendapatkan izin dari Kalapas Kasongan untuk melakukan pengembangan.

Namun sesampainya di lokasi ada sedikit miskomunikasi antara anggota pengamanan Lapas dan personel Ditresnarkoba.

“Permasalahan langsung diselesaikan setibanya kalapas di lokasi. Lima menit kemudian dua narapidana berinisial JH dan FH diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya didampingi Dirnarkoba Kombes Pol Bonny Djianto, Minggu (29/11) malam.

Hendra menegaskan, tidak ada tindakan paksa dari petugas kepolisian untuk menerobos masuk ked alam Lapas. Kemudian dari pihak Lapas juga tidak ada upaya untuk melindungi narapidana  JH dan FJ.

“Semua kasus ini bisa kita ungkap dengan baik dan kita proses. JH dan FJ juga sudah dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Ini adalah hasil upaya bersama yang dilakukan Ditresnarkoba dan Lapas,” tuturnya.

Ditambahkan, kesalahpahaman terjadi karena adanya kebocoran video yang beredar, dan komunikasi yang kurang bagus antara petugas.

“Kami adalah garda terdepan, sebagai pengungkapan kasus narkotika. Pada saat bisa kita buktikan, bahwa koordinasi bisa berjalan dengan baik. Untuk JH dan FJ sementara masih sebagai saksi dan kami sedang melengkapi alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka,” pungkasnya.

Sementara, Kalapas Narkotika Kasongan, Ahmad Hardi, yang turut hadir dalam rilis kasus mengungkapkan jika memang anak buahnya adalah anak baru, yang seharusnya memang melaporkan kepada atasannya.

“Padahal saya sudah melakukan koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Kalteng,” terangnya.

Ahmad menegaskan bahwa Lapas Khusus Narkotika terus meningkatkan sinergi dan memiliki komitmen kuat dalam menyatakan perang dengan narkoba.

“Selama ini koordinasi kita sudah bagus dalam hal memerangi narkoba. Ini hanya kesalahpahaman kecil dan sudah diselesaikan,” tutupnya. Fwa

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas