Dapil II Serap Aspirasi Konstituen di Kelurahan Menteng

  • Whatsapp
Dapil II Serap Aspirasi Konstituen di Kelurahan Menteng
RESES - Anggota DPRD Kota Palangka Raya dari Dapil II melakukan reses di Kelurahan Menteng. Para wakil rakyat meninjau infrastruktur di Jalan Menteng XXI, Senin (30/11). TABENGAN/RONY
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Memasuki penghujung masa sidang I tahun sidang 2020/2021, DPRD Kota Palangka Raya kembali menggelar reses guna menjaring aspirasi masyarakat yang menjadi konstituennya di daerah pemilihan (Dapil)nya masing-masing.

Kegiatan reses selama 2 hari, yakni Senin (30/11) dan Selasa (1/12/2020) tersebut, tetap mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Hari pertama, rombongan wakil rakyat dari Dapil II dipimpin Riduanto melakukan reses di Kelurahan Menteng. Kegiatan disambut Lurah Menteng Rossalinda Rahmanasari dan langsung dimulai dengan diskusi bersama perwakilan RT/RW dan perwakilan dari masing-masing SOPD teknist.

“Banyak yang menjadi masukan dari masyarakat kepada kami. Terkait upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 tentu sudah menjadi pokok permbicaraan bersama masyarakat. Kemudian terkait dengan kesejahteraan, sosial, ekonomi dan pembangunan daerah telah kita bahas bersama,” beber Riduanto.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, usai diskusi, kegiatan dilanjutkan peninjauan infrastruktur Jalan Menteng XXI tembus ke Jalan G Obos V. Sekaligus menampung masukan maupun keluhan masyarakat secara langsung di lapangan.

“Menurut kami saat ini, ruas jalan ini adalah daerah paling parah. Perlu cepat ditangani karena jalan ini akan putus dalam 2 bulan di musim hujan, apabila tak segera ditangani,” ungkapnya.

Hasil peninjauan ini, lanjut Riduanto, akan disampaikan dalam rapat paripurna kemudian diserahkan kepada wali kota yang diteruskan kepada SOPD teknis terkait guna ditemukan penyelesaiannya.

Sementara, Lurah Menteng Rossalinda Rahmanasari menjelaskan, ruas Jalan Menteng XXI adalah salah satu dari sekian banyak aspirasi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.

Akibat buruknya sistem drainase dan jalan tanah tak beraspal setempat sehingga saat turun hujan, air akan tergenang dan membutuhkan waktu lama untuk surut. Kondisi ini sangat menganggu masyarakat yang melintasi jalan tersebut.

“Kepada masyarakat sekitar, kita harapkan selain menanti bantuan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, juga bisa aktif gotong royong minimal membersihkan drainase karena banyak yang tersumbat. Pemerintah kota, anggota dewan dan masyarakat harus bisa bersatu padu ciptakan lingkungan yang baik,” harap Lurah.rgb

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas