Kasus Covid-19 Kobar Meningkat Tajam

  • Whatsapp
Kasus Covid-19 Kobar Meningkat Tajam
MENINGKAT - Tim kesehatan tengah melakukan pengambilan swab sampel terhadap masyarakat hasil dari tracking kasus Covid-19. TABENGAN/YULIANTINI
iklan atas

**dr. Jhonferi: Masyarakat Banyak Tak Gunakan Masker

PANGKALAN BUN – Saat ini Kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat mengalami peningkatan, hal itu bermula dari banyaknya angka kunjungan ke rumah sakit dan harus melalui proses pemeriksaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr. Jhonferi mengatakan, pihaknya terus melakukan tracking dari setiap orang yang terkonfirmasi positif covid-19, dimana untuk satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, minimal harus mendapatkan 30 orang dari tracking.

“Awalnya kan peningkatan kasus ini bermula dari meningkatnya angka kunjungan ke rumah sakit untuk berobat, karena dari situ kami melakukan pelacakan dan pemeriksaan,” kata Kabid P2p Dinas Kesehatan Kobar dr. Jhonferi, Minggu (29/11).

Jhonferi juga menambahkan, meningkatnya kasus Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab sampel pada tanggal 24 November 2020 di Laboratorium Kesehatan Daerah dan tanggal 28 November 2020 pemeriksaan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.

“Kami terus melakukan pelacakan guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona, hingga saat ini di Kobar sudah ada 986 kasus, dalam perawatan ada 262 orang, yang telah di nyatakan sembuh sebanyak 710 orang dan meninggal dunia 14 orang,” ujar Jhonferi.

Ditambahkan juga, saat ini masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19 ada yang dalam perawatan di rumah sakit, namun ada juga yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing . Dan untuk antisipasi peningkatan pasien positif Covid-19 yang di rawat, telah disiapkan ruangan khusus di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun.

“Saat ini kami masih lakukan pengkajian untuk bangunan baru 5 lantai di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun, hanya saja kami masih kekurangan tenaga kesehatan,” imbuhnya.

Ditambahkan juga, peningkatan kasus Covid-19, karena saat ini tingginya mobilisasi masyarakat, hal itu dikarenakan mulai dikendorkannya ijin yang diberikan pemerintah terhadap kegiatan yang menyebabkan terjadinya kerumunan orang.

“Masyarakat tidak mau disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, padahal dengan menggunakan masker dapat mencegah terjadinya penularan, penyebaran virus Corona ini bukan main main lagi, sehingga tidak bisa dianggap sepele, hal ini yang menyebalkan kasus Covid-19 di Kobar meningkat, karena tingginya mobilisasi masyarakat, ” ucap dr. Jhonferi.c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas