Napi Pembunuhan Gantung Diri di Lapas

  • Whatsapp
Napi Pembunuhan Gantung Diri di Lapas
GANTUNG DIRI- Jenazah Soni saat dievakuasi dari ruang tahanan. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Diduga mengalami gangguan kejiwaan, seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Palangka Raya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Soni, napi dengan kasus pembunuhan, ditemukan telah tergantung tak bernyawa menggunakan sarung bantal yang terikat di leher di sel isolasi blok AO9 Lapas Palangka Raya.

Pria yang divonis 11 tahun penjara itu ditemukan tak bernyawa oleh petugas sipir setempat yang baru saja berganti jaga, Jumat (27/11/2020), sekitar pukul 13.00 WIB.

Kalapas Palangka Raya Chandran Lestyono melalui KPLP Arif mengatakan, saat ditemukan Soni sudah tidak bernyawa. Korban dalam kondisi tidak berbaju dan mengenakan celana pendek. Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB, napi tersebut sempat melakukan percobaan gantung diri dengan tali kecil, namun berhasil digagalkan petugas.

“Napi bernama Soni ini kita pindahkan kemarin ke Blok A11 karena napi lain merasa ketakutan atas tingkah korban yang acap kali bengong dan teriak tanpa sebab,” katanya.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, petugas menemukan korban mencoba bunuh diri dengan tali kecil yang digantungkan ke leher, tapi berhasil digagalkan. Karena perbuatannya itu, Soni lalu kembali dipindahkan ke blok AO9 hingga akhirnya ditemukan tergantung menggunakan sarung bantal.

“Soni merupakan napi kasus pembunuhan asal Kabupaten Gunung Mas. Masuk ke Lapas Palangka Raya pada 2017 lalu dengan sisa pidana saat ini 6 tahun 7 bulan,” terangnya.

Arif menambahkan, Lapas Palangka Raya telah mencoba menghubungi pihak keluarga korban untuk bisa memakamkannya. Dari salah satu keluarga yang ada di Palangka Raya, didapatkan informasi bahwa korban sebelum masuk penjara memang sempat dipasung oleh pihak keluarga.

“Olah TKP sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Selama ini korban memang bertindak normal, namun baru belakangan bersikap aneh dengan sering bengong dan teriak, sehingga membuat napi lainnya ketakutan,” tuturnya. fwa

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas