KPPS dan Petugas TPS Berjubel Rapid Test

  • Whatsapp
RAPID TEST- Tim Satgas Covid-19 Palangka Raya saat memantau pelaksanaan pemeriksaan rapid test bagi anggota KPPS dan Petugas Ketertiban TPS, Kamis (26/11). TABENGAN/RONNY
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Persiapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah 9 Desember 2020 dalam kondisi di tengah pandemi Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya melaksanakan pemeriksaan rapid test bagi anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Ketertiban TPS.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan KPU, rapid test akan dilakukan pada 30 kelurahan di 5 kecamatan se-Palangka Raya secara bergantian terhitung sejak 26-30 November. Total ada 4.354 anggota KPPS dan 1.244 petugas ketertiban TPS yang akan menjalani rapid test tersebut.

Pada hari pertama, Kamis (26/11/2020), rapid test digelar di Kelurahan Palangka, Menteng, Petuk Katimpun, Panarung dan Tanjung Pinang. Pantauan di lapangan, pelaksanaan rapid test KPPS Kelurahan Menteng yang dilaksanakan di Aula Kelurahan pada pukul 10.00 pagi, terjadi penumpukan massa yang berjubel antre mengikuti pemeriksaan hingga tak tampak adanya penerapan physical distancing.

Hal serupa juga terlihat pada rapid test KPPS Kelurahan Palangka yang digelar di Aula Panti Sosial Bina Remaja (PSBR). Sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB siang tampak ratusan masyarakat berkerumun.

Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya langsung bergerak cepat menuju titik-titik yang terdapat kerumunan massa. Pukul 11.00 WIB, Tim Satgas tiba di Kelurahan Menteng dan mengurai kerumunan massa serta memberikan imbauan melalui pengeras suara agar masyarakat memerhatikan protokol kesehatan (prokes) 3 M dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Selanjutnya pukul 13.00 WIB, Tim Satgas kembali bergerak ke Aula PSBR di Jalan Rajawali. Dipimpin Perwira Pengendali Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Ipda Jarwo SPd, kembali dilakukan penguraian massa agar tidak berkerumun dan selalu menjaga jarak.

“Kami lakukan pengawasan untuk kedisiplinan prokes 3 M, dan mengarahkan ke masyarakat agar bisa taat. Tadi saya amati karena kurangnya sarana dan prasarana seperti pengeras suara, akhirnya masyarakat yang akan ikut rapid test terpaksa mendekat dan bertumpuk untuk mendengarkan namanya dipanggil. Jaga jarak pun terabaikan,” ujar Ipda Jarwo kepada Tabengan.

Pihaknya menyarankan kepada panitia, khususnya KPU, agar bisa menyediakan sarpras sebelum menggelar kegiatan seperti itu. Terlebih di saat pandemi, sebagaimana arahan Presiden RI untuk selalu menerapkan disiplin prokes.

“Jangan sampai lalai tentang kesehatan. Kalau berdempetan seperti itu, lalu dirapid dan hasilnya reaktif, lalu diswab dan ternyata positif, kan dia sendiri yang jadi rugi. Akhirnya tidak menjadi petugas KPPS. Saran saya, yang akan dapat giliran rapid test besok, tetap kedepankan prokes dan sarpras harus benar-benar dilengkapi,” katanya.

Sementara itu, Tanu, seorang anggota KPPS yang akan mengikut rapid test Kelurahan Palangka, mengaku sudah datang ke lokasi pelaksanaan sejak pukul 08.00 pagi. Kecilnya suara speaker yang digunakan panitia untuk memanggil peserta dan sistem pemanggilan secara acak, membuatnya harus merapat ke lokasi daftar ulang peserta dan menunggu untuk ikut rapid test.

“Saya kalau jauh tidak mendengar apakah nama saya dipanggil. Karena dipanggil secara acak, mau tidak mau saya tidak bisa meninggalkan lokasi, saya takutnya saat dipanggil saya tidak ada,” ujarnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas