Pengacara: Perkara Sama Tidak Dapat Dipidana Dua Kali

  • Whatsapp
Pengacara: Perkara Sama Tidak Dapat Dipidana Dua Kali
MINTA KEADILAN - Endang Haryanto alias Dadang Nekad ketika wiwawancara wartawan beberapa waktu lalu. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Endang Haryanto alias Dadang Nekad selaku terdakwa perkara UU ITE dan Morison Sihite selaku Penasihat Hukum menyampaikan pembelaan dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Senin (23/11/2020).

“Terdakwa dipidana dua kali atas perbuatan yang sama. Ketentuan Pasal 76 KUHP menyatakan terdakwa hanya boleh diperiksa satu kali atas satu perbuatan pidana,” tegas Morison.
Pernyataan Morison mengacu pada fakta bahwa Dadang sebelumnya telah menjalani masa pidana akibat tuduhan pengancaman oleh pihak salah satu hotel berbintang di Kota Palangka Raya. Kini dia kembali menjalani sidang karena perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juga karena kejadian pada tempat dan waktu yang sama.
“Seharusnya pada perkara pertama, pasal pidana cukup dijuntokan saja. Bukan sebagai perkara yang berdiri sendiri,” kata Morison. Menurutnya, dakwaan kali ini mengingkari Pasal 76 Kitab Undang-Undang Hukum  Pidana (KUHP).
Terpisah, Dadang juga menyampaikan pembelaan pribadinya kepada Majelis Hakim. Musisi Kota Palangka Raya tersebut mengaku terprovokasi karena selama berjam-jam menunggu bersama anak balitanya namun tidak mendapat jawaban memuaskan dari pihak hotel tentang keberadaan istrinya yang menginap di tempat tersebut.

Akibat keributan pada hotel tersebut, dua manager hotel secara betgantian mengadukannya pada Polisi. Dadang mengakui saat menjalani pidana karena pengancaman pada kasus pertama, dirinya tidak banyak membela diri. Tapi dia merasa dizolimi ketika aparat penegak hukum mengangkat kasus kedua atas peristiwa yang sama.

“Saya tidak bersalah. Saya melakukan itu karena membela diri dan dibohongi,” pungkas Dadang. dre

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas