Maling Spesialis Pecah Kaca Ditangkap

  • Whatsapp
Maling Spesialis Pecah Kaca Ditangkap
DITANGKAP  - Kedua pelaku pencurian saat dimintai keterangan oleh Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Todoan Agung Gultom. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Satreskrim Polresta Palangka Raya berhasil meringkus dua pelaku tindak pidana pencurian yang selama ini meresahkan warga. Dua pria  yang ditangkap diantaranya IS (49) warga Jalan Poncowati, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya dan A alias E (50) warga asli Jalan Sei Jingah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Penangkapan diawali adanya laporan dari korban yang kehilangan handphone saat membeli martabak di Jalan Tjilik Riwut Km 1,5, pada Senin (12/10/2020) lalu. Saat itu, handphone korban diletakkan di dalam dasbor motor bagian depan.
Baru teringat bahwa handphone tertinggal di sepeda motor, korban pun beranjak pergi bermaksud mengambil handphonenya. Nahas, saat sampai di sepeda motor handphonenya sudah tidak ada.
“Berbekal laporan dari korban, kemudian kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap IS (49) di rumahnya,” ucap Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom, Kamis (26/11/2020) siang.
Usai menangkap IS, pengembangan pun dilakukan dan didapati jika aktor utama aksi pencurian adalah A alias E yang berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berbekal informasi dan pelaku yang tertangkap, petugas berhasil meringkus A alias E di Banjarmasin.
A alias E diketahui merupakan residivis kasus pencurian spesialis pecah kaca yang tertangkap di Banjarmasin, beberapa waktu lalu. A berperan mengajak IS untuk melakukan aksi pencurian di Kota Palangka Raya.
Setidaknya ada tujuh lokasi yang pernah menjadi tempat aksi pencurian oleh keduanya. Yakni di Jalan Tjilik Riwut Km 1,5, Jalan Wisata Pahandut Seberang, Jalan G Obos dekat toko roti Adinda, Jalan G Obos dekat Masjid Raya, Jalan Rajawali (Pasar Rajawalu) dan Jalan Rajawali dekat Jalan Piranha.
Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku terlebih dulu mengawasi keadaan dan warga. Setelah dirasa lengah, pelaku pun mencuri barang berharga milik korban yang tertinggal maupun disimpan di dalam motor.
“Keduanya beraksi dengan memanfaatkan keteledoran dari korban. Dengan mengawasi gerak-gerik dan segera beraksi setelah korbannya lengah. Kedua pelaku kita kenakan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman pidana tujuh tahun,” tuturnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas