DEBAT I CALBUP DAN WACALBUP KOTIM- Harati dan Bercahaya Santai, Super dan Pantas Agresif

  • Whatsapp
DEBAT I CALBUP DAN WACALBUP KOTIM- Harati dan Bercahaya Santai, Super dan Pantas Agresif
DEBAT I KOTIM - Suasana debat publik Pilkada Kabupaten Kotawaringin Timur. TABENGAN/ARBIT
iklan atas

**Taufik Mukri Sakit

SAMPIT/TABENGAN.COM – Debat publik pertama pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (23/11) malam, berlangsung seru. Dalam debat publik yang mengusung tema meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat dalam menyelesaikan persoalan daerah Kotim di masa Pandemi Covid-19 ini, diwarnai dengan ketidakhadiran HM Taufiq Mukri dikarenakan dalam kondisi sakit.

Dalam debat publik yang dipandu oleh Dr H. Jairi MPd tersebut, masing-masing kandididat diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misi mereka. Pasangan Halikinnor-Irawati (Harati), Hj Suprianti Rambat-Muhammad Arsyad (Super), HM Taufiq Mukri dan H Supriadi  (Pantas) dan M Rudini Darwan Ali-H Samsudin (Bercahaya) menyampaikan program-program prioritas dan unggulan mereka apabila terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Kotawaringin Timur.

Sesi debat publik berlangsung lebih seru saat masing-masing pasangan calon memberikan pertanyaan. Pasangan Harati dan Bercahaya terlihat rileks (santai), sedangkan pasangan Super dan Pantas lebih agresif saat memberikan pertanyaan maupun ketika memberikan tanggapan.

Diawali dari pasangan calon nomor urut 1 yaitu Pasangan Harati bertanya kepada pasangan Pantas terkait ketersediaan anggaran yang cukup besar untuk mewujudkan program-program mereka.

“Kita memaksimalkan Itu dari sisi pendapatan, adanya pendapatan asli daerah, dana bagi hasil pajak,  dan lain sebagainya. Sudah barang tentu dengan belanja belanja langsung maupun tidak langsung adalah bagaimana kita menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah kepada program-program prioritas di mana ketahui bahwa kami memiliki ada 9 program prioritas yang harus kita tuntaskan dan kita selesaikan 5 tahun ke depan,” terang H Supriadi MT, menjawab pertanyaan pasangan Harati.

Terkait hal tersebut pasangan Harati mengatakan bahwa akan sulit mewujudkan memberikan beasiswa ataupun memberikan insentif  hingga Rp5 juta bagi kepala desa dengan anggaran yang terbatas.

Sementara itu pasangan nomor urut 4 atau pasangan Bercahaya menanyakan kepada pasangan Harati terkait narkoba di kalangan generasi muda.

“Dalam visi misi kita, salah satunya membangun bagaimana dunia pendidikan termasuk bidang keagamaan dan termasuk dalam misi kita memberikan insentif kepada guru-guru mengaji yang ada di desa-desa, karena dengan anak-anak kita itu belajar keagamaan, maka Insya Allah dia akan terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” terang Halikinnor.

Sementara itu pasangan nomor urut dua atau pasangan Super bertanya tentang investasi yang kondusif di Kabupaten Kotim agar investasi bisa hidup dan berkembang dan masyarakat bisa hidup harmonis.

Terkait hal tersebut, pasangan Bercahaya mengatakan bahwa pihaknya akan mengembangkan BUMD yang bekerja sama dengan investor dari pemerintah untuk masyarakat. BUMD akan membuka lapangan kerja hingga ke pelosok desa dengan membangun BUMDes.

Menanggapi jawaban tersebut, pasangan Super kurang puas dengan jawaban Bercahaya. “Mohon maaf jawaban tidak sesuai dengan apa yang kami tanyakan. Kami menghendaki Kotim maju, unggul dan sejahtera di berbagai bidang. Tentu dibutuhkan investasi yang besar. Tapi investasi saat ini banyak persoalan sehingga diperlukan solusi yang cerdas dan tepat,” terang M. Arsyad, dari pasangan 02.

Sementara pasangan Pantas bertanya pada pasangan Super, bagaimana penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Kotim.

Terkait pertanyaan tersebut, Hj Suprianti mengatakan dirinya akan memilih pejabat yang mumpuni di bidang ekonomi untuk menungkatkan PAD. M. Arsyad menambahkan dalam penyusunan anggaran diawali dari Musrenbang tingkat desa hingga tingkat kabupaten.

Namun jawaban tersebut tidak memuaskan pasangan Pantas. “Seorang kepala daerah harus tahu berapa besaran pendapatan dan berapa belanja agar sistem penyusunan anggaran kita secara sistematis dan terukur,” terang H. Supriadi.

Dalam sesi tanya jawab tersebut, masing-masing pasangan calon berusaha untuk menguji visi dan misi lawan-lawan mereka. Dalam debat publik pertama pemilihan kepala daerah bupati dan wakil bupati Kotim ini, terlihat beberapa calon saja yang memiliki kecerdasan lebih, kekompakan dan matang dalam mengusai program (visi dan misi) yang ditawarkan c-arb

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas