Razak: Ben-Ujang Tak Paham Prinsip Pembangunan 

  • Whatsapp
Politikus Senior Partai Golkar H Abdul Razak
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Tim pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran dan H Edy Pratowo memberikan respons cukup keras terhadap paslon nomor urut 1 Ben Brahim S Bahat dan Ujang Iskandar pada debat kedua, Kamis (19/11/2020).

Politikus senior Partai Golkar H Abdul Razak mengomentari pernyataan Ben-Ujang tentang menuntaskan pembangunan di Kalteng jika terpilih nanti. Menurut Razak, pembangunan itu bertahap dan berkelanjutan. Itu prinsip membangun, sehingga janji-janji untuk menuntaskan pembangunan itu tidak pernah ada.

“Jadi ini tidak akan pernah selesai. Jadi kalau ada orang mengatakan bahwa akan menuntaskan pembangunan di daerah-daerah itu tidak betul. Karena kembali lagi ke prinsip pembangunan bertahap dan berkelanjutan. Jangan ada yang sok pintar,” kata Razak, Senin (23/11/2020).

Menurut pria yang juga sebagai tim pengarah paslon nomor urut 2 ini, pembangunan itu tidak pernah selesai, tapi yang betul paslon menyelesaikan 5 tahun masa baktinya dengan menuntaskan programnya. Tapi, kalau secara umum menuntaskan pembangunan itu tidak ada. Pembangunan tidak akan selesai sampai kapan pun, tapi diselesaikan sesuai dengan kebutuhan.

Setelah APBD disahkan, di ujung tahun anggaran itu ada rapat koordinasi pengendalian pembangunan, melihat perkembangan APBD itu sampai di mana dilaksanakan. Kemudian evaluasi pembangunan apakah sudah berjalan dengan tepat, sudah sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan atau masih ada kelemahan-kelemahan.

“Evaluasi ini dilakukan setiap tahun, jadi mana yang sudah selesai dan mana yang belum, masalahnya apa. Kemudian bahas lagi APBD tahun selanjutnya, di ujung tahun evaluasi lagi,” ujar Razak.

Masih menurut Razak, banyak orang pintar dan cerdas di Kalteng, hanya memang belum ada kesempatan. Banyak yang lulusan perguruan tinggi dengan banyak titel. Namun, banyak titel tersebut tidak pasti akan menjamin bahwa orang itu berpengalaman dan hebat.

Memang dituntut lebih baik dalam pendidikan tinggi dengan berbagai disiplin ilmu, namun ditegaskan Razak bahwa itu bukan jaminan. Bukan berarti orang yang sekolahnya tidak sampai ke perguruan tinggi tidak bisa sukses. Kalau punya kemauan yang kuat, bisa saja mendapatkan kesuksesan. Sama halnya manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna, ada kebaikan maupun kelemahannya.

Razak berpendapat, mengenai figur yang terkait dengan kecerdasan itu banyak, hanya saja kecerdasan seseorang itu jangan yang bersangkutan yang mengakui, tapi pengakuan dari orang lain. Kalau orang hanya bisa mencari kelemahan dan kekurangan, kejelekan orang lain itu adalah orang yang dianggap tidak fair, tidak baik bahkan tidak cocok sebagai pemimpin.

“Tidak ada manusia di dunia ini sempurna, jadi menilai itu harus berimbang, kalau ada hal baik, maka diungkapkan juga, tidak dilarang hal tidak baik diungkapkan, tapi harus tetap berimbang. Tapi kembali lagi kalau orang yang tidak baik dan hanya suka mencari kelemahan dan kesalahan orang, maka tidak cocok sebagai seorang pemimpin,” ucap Razak.

Razak mencontohkan pada saat debat kedua, ia perhatikan paslon nomor 1 hanya mencari-cari kesalahan paslon nomor urut 2. Misalnya, data pembangunan infrastruktur selama kepemimpinan Sugianto Sabran dan Habib Ismail Bin Yahya itu sudah capai 70 persen dan 30 persen lagi masih berjalan, tapi dari paslon nomor 1 dibalik, capaiannya hanya 30 persen keberhasilan dan 70 persennya masih rusak. Kemudian memperlihatkan foto jalan yang rusak.

“Tidak adakah di Kalteng ini yang jalannya bagus? Kalau dikatakan baik semua memang belum, tapi sudah banyak yang dilakukan karena kembali lagi ke prinsip pembangunan. Jadi kalau hanya jelek-jeleknya yang disampaikan calon pemimpin macam apa itu. Hanya bisa mencari-cari kesalahan orang,” kata Razak.

Namun, Razak menilai dengan ketenangan Edy Pratowo pada saat debat itu, sangat tenang menjawabnya. Menurut Razak, memang dari awal niatnya memojokkan dan menjelekkan paslon nomor urut 2 dan jangan mengada-ngada.

Dengan sisa waktu efektif hanya 11 hari lagi menuju pencoblosan, kedua paslon menjalankan kegiatan kampanye. Kalau tidak terjadi hal-hal masalah prinsip, menurut keyakinan Razak, dari pandangan beberapa aspek, termasuk hasil survei walaupun belum dirilis secara resmi, paslon nomor urut 2 masih unggul, sehingga optimis Sugianto-Edy akan menang pada 9 Desember. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas