Penutupan Jalan di Depan KPU dan Bawaslu Dikritisi

  • Whatsapp
Penutupan Jalan di Depan KPU dan Bawaslu Dikritisi
Anggota DPRD Prov Kalteng dari Fraksi Gerindra, Kuwu Senilawati
iklan atas

PALANGKA RAYA – Kecelakan lalu lintas (Lakalantas) yang menimpa seorang pengendara sepeda motor di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Tengah (Kalteng), di jalan G Obos, beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kalteng.

Salah satunya, disampaikan Anggota DPRD Kalteng dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Kuwu Senilawati. Dibincangi Tabengan, Senin (23/11/2020) Kuwu mengatakan, harusnya rambu-rambu pemberitahuan bahwa jalan ditutup dan dialihkan itu harus lebih jelas. Agar mencegah terjadinya seorang pengendara yang menabrak kawat pengaman, seperti dalam video yang beredar di Media Sosial (Medsos).

“Apakah sudah cukup rambu-rambu pemberitahuannya, kalau jalan itu ditutup dan dialihkan?. Saya juga awalnya tidak tahu kalau disana ada penutupan dan pengalihan jalan, ketika mau ke kantor dari rumah, hendak mampir ke SPBU saya masuk lewat Jalan Thamrin menuju simpang 4 G Obos. Nah ketika melewati SMA Negeri 3 itu, baru saya tahu kalau jalan ditutup dan dialihkan sehingga harus putar balik. Jadi memang dari simpang 4 lampu merah G Obos itu tidak ada pemberitahuan sama sekali,” ujarnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng ini pun mengimbau, agar pihak kepolisian dapat memasang rambu pemberitahuan penutupan jalan di simpang 4 G Obos itu. Supaya masyarakat yang hendak ke Bundaran Kecil melalui G Obos itu tidak melewati jalan tersebut.

“Saya pikir, kenapa tidak dipasang papan pemberitahuan di simpang 4 G Obos itu, kalau ada penutupan dan pengalihan jalan di depan Bawaslu. Jadi, masyarakat yang mau lurus dari G Obos menuju Bundaran Kecil tidak melewati jalan itu. Semoga kedepannya pemberitahuan penutupan jalan itu diletakkan di simpang 4 tersebut, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali,” tutup Kuwu.

Senada penutupan akses jalan umum baik di Bawaslu dan KPU juga dikritisi Ketua Komisi I DPRD Kalteng, F Freddy Ering. Pasalnya akibat penutupan aktivitas masyarakat yang akan melewati ruas jalan tersebut menjadi terganggu, bahkan membuat kesal sejumlah masyarakat.

Betapa tidak, kadang tidak sedikit warga yang melintasi ruas tersebut harus putar balik arah. Bahkan ada yang mengalami kecelakaan saat akan melintas disana. “Pengamanan silahkan tapi tidsk seharusnya menutup atau memortal permanen jalan. Portalnya juga berlebihan baik di depan KPU dan Bawaslu,” ucap Freddy, melalui WhatsApp kepada media ini. bob

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas