Kasus Positif Covid-19 Palangka Raya Bertambah

  • Whatsapp
EVALUASI - Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat tengah melakukan rapat evaluasi sebagai tindak lanjut meningkatnya kasus konfirmasi positif. Rapat digelar di BPBD Kota, Senin (23/11/2020). TABENGAN/RONNY GUNTUR
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGABN.COM – Kota Palangka Raya saat ini tengah menjadi sorotan. Pada tanggal 22 November kemarin, berdasarkan data sebaran kasus Covid-19 milik Tim Satgas Covid-19 kota, telah terjadi penambahan sebanyak 22 kasus konfirmasi positif. Hal itu menjadikan untuk total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Cantik sebanyak 1.381 kasus, kemudian yang positif dalam perawatan sebanyak 125 jiwa (9,05 persen), 1.184 jiwa (85,73 persen) yang sembuh dan 72 jiwa (5,21 persen) meninggal dunia.

Menyikapi peningkatan kasus, Pemerintah Kota (Pemko) melalui Tim Satgas segera mengambil langkah sigap dengan melaksanakan rapat evaluasi dan koordinasi pada Senin (23/11). Bertempat di BPBD Kota Palangka Raya, Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Emi Abriyani memimpin rapat tersebut. Kepada awak media ia menuturkan, pihaknya menyikapi perkembangan kasus yg terjadi saat ini bahwa Kota Palangka Raya alami kenaikan dalam hal terkonfirmasi positif.

“Sehingga kami mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan akan melakukan kegiatan kedepannya seperti apa, untuk mengantisipasi perkembangan penigkatan kasus,” ungkapnya.

Diakui Emi, penyebab kenaikan kasus tersebut berdasarkan hasil tracing pihak Dinas Kesehatan dikarenakan banyaknya masyarakat yang berpergian keluar kota kemudian pulang dan menularkannya kepada keluarga di rumah, sehingga terjadi kontak erat transmisi lokal. Terutama pasca libur bersama pada akhir Oktober lalu.

“Tim satgas saat ini tetap mengintensifkan kegiatan yaitu dengan lakukan edukasi ke masyarakat dan juga lebih tegas kedepannya untuk membubarkan kerumunan, serta edukasi kepada masyarakat agar tak terjadi  transmisi lokal,” jelas Emi.

Dibeberkannya dari 22 kasus konfirmasi positif tersebut, 10 orang diantaranya merupakan para pegawai di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR) dan 2 lainnya juga berasal dari klaster keluarga. Terkait dengan adanya informasi klaster pasar, Emi menjelaskan jika hal tersebut berdasarkan hasil tracing tim dilapangan terhadap pasien positif, dimana saat ditanyai apakah ada riwayat melakukan perjalanan keluar daerah mereka diungkapkannya hanya melakukan perjalanan ke pasar.

“Hal itu nanti yang akan ditindaklanjuti Tim Satgas. Kita akan mengintensifkan lagi edukasi, sosialisasi dan penindakan di pasar, bersama tim satgas Pasar Besar. Kita imbau masyarakat untuk waspada penularan dengan menerapkan prokes. Untuk UPR sendiri, memang dari Tim Satgas atas petunjuk dari Pak Wali Kota, minta mereka tak melakukan aktivitas selama 14 hari kedepan. Juga disinfeksi disana telah kami lakukan,” tukasnya.

Sementara itu di sisi lain, dr Hendra Panguntaun selaku Dokter IGD sekaligus Humas RSUD Kota Palangka Raya mengatakan menghadapi kemungkinan peningkatan kasus konfirmasi positif secara signifikan, RSUD Kota maupun Rumah Sakit Perluasan Asrama Haji tetap siaga. Stok alat pelindung diri (APD), obat-obatan, dan sarana penunjang seperti Laboratorium PCR dan Hematologi masih mencukupi hingga tiga bulan kedepan.

“Belajar dari kasus-kasus yang terjadi di wilayah lain di tanah air, kita memang memprediksi ada kemungkinan peningkatan kasus ini. Yang jelas kami akan tetap siaga. Dan hingga hari Minggu kemaren, pasien yang dirawat di RSUD Kota ada 5 orang yang merupakan pasien bergejala sedang dan berat, dan Di RS Perluasan Asrama Haji ada 47 Orang yang merupakan pasien OTG dan bergejala ringan,” pungkasnya. rgb

 

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas