Pencarian 10 Korban Longsor, Baru 3 Jenazah Ditemukan

  • Whatsapp
Pencarian 10 Korban Longsor, Baru 3 Jenazah Ditemukan
TINJAU LOKASI- Bupati Kobar Hj Nurhidayah didampingi Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah saat meninjau langsung lokasi pencarian pekerja tambang di RT 06 Dusun Sungai Seribu, Kecamatan Arut Utara yang tertimbun di kedalaman lubang 65 meter. TABENGAN/YULIANTINI
iklan atas

** terus di Guyur Hujan dan Angin Kencang,  Pencarian Dihentikan 

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM– Tim gabungan menghentikan pencarian korban yang tertimbun dalam lubang tambang di RT 06 Dusun Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Jumat (20/11/2020) pukul 14.40 WIB. Tim baru berhasil mengevakuasi 3 jenazah dari 10 korban yang tertimbun longsor, Rabu (18/11/2020) malam lalu.

Camat Arut Utara M Iksan mengatakan, meski pencarian dihentikan, saat ini tim terus melakukan penyedotan air dan lumpur di dalam lubang tambang yang menelan 10 orang pekerja. Semua korban berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Di dalam lubang galian tersebut dipenuhi air dan lumpur, sehingga tim terus melakukan penyedotan. Kami memutuskan untuk menghentikan pencarian, dan akan dilanjutkan pada hari Sabtu (21/11/2020) pukul 08.00 WIB,” kata Iksan kepada Tabengan, Jumat.

Menurut Iksan, saat ini pun cuaca kurang mendukung, sebab di lokasi pencarian, hujan sangat lebat yang disertai angin kencang. Hal itu sangat berisiko bagi tim untuk melakukan evakuasi.

“Hingga pukul 14.40 WIB, tim baru berhasil mengevakuasi 3 jenazah dari dalam lubang tambang. Ketiga jenazah itu dengan identitas Yuda (24), Rana Solihat (20) dan Nurhidayat (26), ketiganya merupakan warga dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,” jelas Iksan.

Pada Jumat pukul 11.00 WIB, Bupati Kobar Hj Nurhidayah didampingi Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Tengku Alisyahbana, langsung meninjau lokasi tertimbunnya 10 orang pekerja tambang asal Jawa Barat tersebut.

“Tim gabungan baru berhasil mengevaluasi 3 jenazah dan saat ini ketiganya langsung dibawa ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Karena cuaca sangat membahayakan bagi tim, maka pencarian dihentikan. Kondisi lubang sangat dalam, sehingga membutuhkan teknik demi keselamatan bagi tim saat melakukan evakuasi,” kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

Menurut Nurhidayah, tim akan melakukan rapat untuk membahas teknik evakuasi, dan pencarian tetap akan dilanjutkan setelah cuaca mulai membaik.

“Kami akan rapat (Jumat) malam ini juga guna mencari teknik yang tepat bagi tim untuk bisa masuk ke dalam lubang,” kata Nurhidayah. c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas