Ben-Ujang: Karhutla, Jangan Salahkan Peladang

  • Whatsapp
Ben-Ujang: Karhutla, Jangan Salahkan Peladang
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Debat publik kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng) terdapat momen yang membuat pasangan calon nomor urut 1 Ben Brahim S Bahat kecewa dan sedikit marah ketika mendengar pertanyaan para panelis yang dibacakan moderator. Pertanyaan itu terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalteng.

Kasus pembakaran lahan yang terjadi di Kalteng semakin meningkat, dan sudah masuk pada aspek penerapan hukum di kepolisian dan pengadilan. Bagaimana pandangan paslon terhadap kasus tersebut, dan bagaimana strategi paslon untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, khususnya peladang lokal yang notabene membakar lahan untuk kepentingan nafkah lahir batin keluarganya?

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ben merasa keberatan dan tidak setuju atas pertanyaan tersebut. Ben bahkan meminta untuk dapat mengoreksi pertanyaan dan pernyataan yang menyalahkan peladang sebagai pelaku atas terjadinya karhutla yang menimbulkan kabut asap.

“Saya anak petani miskin, saya tidak setuju dengan pertanyaan itu. Karhutla terjadi karena peladang tradisional, itu salah besar. Karhutla yang terjadi di Kalteng disebabkan terbakarnya lahan gambut. Peladang tradisional tidak pernah berladang di lahan gambut, sebab padi tidak akan tumbuh. Jadi, jangan salahkan peladang,” kata Ben dengan tegas saat debat, Kamis (20/11) malam.

Ben minta tolong pertanyaan dan pernyataan yang ada tersebut untuk dapat dikoreksi. Karhutla itu terjadinya di lahan gambut. Terbakarnya gambut bisa terjadi akibat panas yang luar biasa menyebabkan kekeringan, sehingga terbakar sendiri ataupun ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Artinya, jangan mengambinghitamkan peladang atas terjadinya karhutla di Kalteng.

Ben menegaskan, jangan menyalahkan peladang atas karhutla di Kalteng. Luasan lahan yang dibakar untuk ladang relatif sangat kecil, dan itu memang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sangat tidak tepat, menyalahkan peladang atas kasus karhutla. Kebakaran besar terjadi sampai muncul kabut asap, karena wilayah atau lahan gambut yang terbakar. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas