Sriosako Akui Akun Sriosako Sriosako Miliknya

  • Whatsapp
Sriosako Akui Akun Sriosako Sriosako Miliknya
HM.SRIOSAKO
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Calon Gubernur Provinsi Kalteng H Sugianto Sabran melalui kuasa hukum Rahmadi G Lentam melaporkan 2 akun media sosial (medsos) ke Reskrimsus Polda Kalteng karena dalam postingannya diduga bermuatan penghinaan dan mencemarkan nama baik. Dua akun tersebut yakni, Marcela Yanti dan satunya lagi Sriosako Sriosako yang identik dengan tim kampanye dari paslon nomor 1, Ben-Ujang.

Ketika ditemui di sela kegiatan Rakorda Partai Demokrat Provinsi Kalteng, Rabu (18/11/2020), Sriosako menyampaikan bahwa akun medsos Sriosako Sriosako tersebut memang miliknya. Dalam postingan tersebut, ia mengungkapkan kebenaran berdasarkan bukti yang ada.

“Itu memang akun saya. Saya tidak bilang siapa. Itu akun saya memang, tapi saya mengungkapkan kebenaran, kan tidak ada menyebut nama,” kata Sriosako.

Menurut anggota DPRD Provinsi Kalteng ini, yang dilaporkan kuasa hukum Sugianto ke Polda Kalteng tentang postingannya di medsos bahwa  itu kebohongan,  baginya bukan kebohongan, tapi ada buktinya di lapangan. Kemudian tentang dugaan pencemaran nama baik dalam postingan tersebut, menurut Sriosasko ada yang namanya yurisprudensi dari hakim, di situ mengatakan kalau orang yang sudah misalnya dalam UU ITE berbohong itu kalau buktinya ada itu tidak bohong.

“Kemudian pencemaran nama baik, dengan perbuatannya mereka itu sebenarnya dia lebih dahulu mencemarkan nama baik,” imbuh Sriosako

Dengan santai ia menjawab bahwa dirinya siap dan tidak takut. Sriosako mengaku sampai saat ini belum ada pemanggilan, namun dirinya siap kalaupun nanti suatu saat dipanggil.

“Tapi saya itu siap, nggak ada saya takut. Bagi saya kalau misalnya penjara itu bagi orang politik itu kan hanya pindah tidur,” kata Sriosako.

Mengenai baliho yang dikatakan dalam postingan itu, lanjut Sriosako, ada buktinya semua. Ada berapa ribu baliho di lapangan. Di Palangka Raya saja masih banyak balihonya. Yang dilepas Banwas beberapa waktu lalu itu baru 500-an, apalagi di setiap desa di tepi-tepi sungai. Banyak orang di daerah mengirim foto-foto baliho tersebut kepada dirinya, harusnya dilepas semua.

Masih menurut Sriosako, dalam Pilkada itu kalau di baliho itu masih menggunakan nama tertulis gubernur yang maju lagi dalam Pilkada itu tidak boleh karena yang bersangkutan sudah cuti.

Maksud dirinya bersama tim hukum paslon nomor 1 melaporkan ke Banwas, biar baliho-baliho tersebut dilepas saja karena itu bagian dari pelanggaran. Tetapi mereka menanggapi lain, dengan melaporkannya ke Polda, artinya itu mau menghukum. Dan, pihaknya pun siap untuk menempuh jalur hukum. yml

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas