DEBAT II- Sugianto Positif Covid, Ben-Ujang Vs Edy

  • Whatsapp
DEBAT II- Sugianto Positif Covid, Ben-Ujang Vs Edy
DEBAT - Tampak Ben-Ujang dan Edy Pratowo. Inset Sugianto Sabran terpaksa tidak dapak menghadiri karena sedang sakit.
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Pilgub Kalteng), memasuki tahapan debat kandidat II terlihat kian menarik yang mengangkat tema “Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Kalteng”.

Hanya saja dalam debat jilid 2 ini, Paslon no urut I, Ben Brahim S Bahat-Ujang Iskandar (Ben-Ujang) berhadapan dengan satu oarang saja dari Paslon II,  Edy Pratowo dalam debat kandidat yang ditayangkan INews, Kamis (19/11/2020) malam.

Tampilnya Edy Pratowo seorang diri, disebabkan ketidakhadiran H Sugianto Sabran karena terkonfirmasi Covid-19. Meski tampil seorang diri dan dicecar pertanyaan yang  mengarah pada kinerja Petahana selama menjabat sebagai Gubernur Kalteng, Edy Pratowo terlihat tampil lebih santai dan tenang dalam menjawab semua pertanyaan dari Paslon I.

Sementara Calon Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui unggahan video dalam akun FB miliknya, Kamis (19/11),  mengumumkan secara terbuka, bahwa dirinya terkonfirmasi positif  Covid-19. Hasil tersebut diketahui setelah dirinya menjalani test swab.

“Baru saja saya mendapatkan kabar, bahwa diri saya terpapar Covid-19 berdasarkan hasil tes swab,” kata Sugianto dalam unggahan video tersebut.

Pernyataan itu diperkuat statemen Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Suyuti Syamsul untuk menegaskan bahwa tidak ada rekayasa, terkait hasil pemeriksaan satu calon gubernur yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kesimpulan konfirmasi positif Covid-19 terhadap salah satu calon Gubernur Kalteng diambil setelah melalui 3 kali pemeriksaan dengan 2 alat yang berbeda,” tegas nya saat dihubungi dari Palangka Raya, Kamis (19/11).

Suyuti juga menjelaskan, pemeriksaan tersebut, yakni 1 kali menggunakan mesin polymerase chain reaction (PCR) dan 2 kali menggunakan test cepat molekuler (TCM).

Ketiga pemeriksaan memberikan hasil positif Covid-19 dan hasilnya pun dimasukkan dalam aplikasi All Record yang bisa diakses se-Indonesia.

“Sangat riskan dan sangat bodoh merekayasa hasilnya, karena pemeriksaan dilakukan oleh orang banyak dengan pilihan politik yang berbeda-beda. Pasti akan bocor kalau ada yang berani merekayasanya,” kata Suyuti.

Terkait hal itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten dan Kota guna melakukan pelacakan terhadap kontak erat, serta penanganan lain sesuai prosedur yang berlaku.ist/dor

iklan atas

Pos terkait

iklan atas