Sugianto Datangi Polda

  • Whatsapp
Sugianto Datangi Polda
DATANGI POLDA- Sugianto Sabran didampingi kuasa hukumnya datang ke Polda Kalteng, Selasa (17/11/2020). TABENGAN/LIU
iklan atas

**Beri Keterangan Terkait Pelaporan 2 Akun Medsos

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Laporan H Sugianto Sabran melalui kuasa hukumnya Rahmadi G Lentam ke Polda Kalteng terhadap akun media sosial Sriosako Sriosako dan Marcela Yanti terkait postingan yang diduga memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik, kini memasuki tahapan pemanggilan saksi.

Tim penyidik Reskrimsus Polda Kalteng, Selasa (17/11/2020), memanggil Sugianto untuk mendalami terkait pelaporan 2 akun medsos tersebut. Sugianto yang sedang cuti sebagai Gubernur Kalteng karena kembali maju dalam Pilkada Provinsi Kalteng, tiba di Polda 14.00 WIB.

Ia mengenakan kemeja lengan panjang putih, celana kain warna abu-abu dan mengenakan peci warna hitam serta didampingi kuasa hukumnya, Rahmadi. Selanjutnya masuk ke ruang Reskrimsus. Kurang lebih 2 jam, tepatnya pada pukul 16.00 WIB, akhirnya  Sugianto bersama kuasa hukumnya keluar dari ruang Reskrimsus.

“Saya dipanggil dan diminta keterangan dalam rangka kami setelah melaporkan akun medsos atas nama Sriosako Sriosako dan Marcela Yanti terkait dengan postingannya yang kami ada dugaan penghinaan hingga pencemaran nama baik saya,” kata Sugianto.

Selama kurang lebih 2 jam, Sugianto mengaku banyak pertanyaan yang diajukan kepada dirinya. Tujuannya untuk mendalami pelaporan yang ia buat beberapa waktu lalu kepada pihak penyidik Polda. Selanjutnya, Sugianto bersama kuasa hukumnya menunggu dari Polda Kalteng terkait dengan pelaporan mereka, apa yang harus dilakukan.

Sugianto sudah membaca postingan tersebut yang intinya bahwa tuduhan penggunaan anggaran Covid-19 hanya untuk spanduk atau baliho yang disertai foto dirinya. Padahal, menurut Sugianto, itu pada saat ia belum cuti sebagai gubernur dan menjabat sebagai Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Kalteng, termasuk para wali kota dan bupati se-Kalteng yang memasang spanduk yang sama.

“Itu merupakan salah satu media dalam bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan Covid, sehingga wajar saja memasang spanduk dan baliho di daerah tentang pencegahan Covid di mana-mana,” imbuh Sugianto.

Dua akun pengguna medsos tersebut dilaporkan karena Sugianto ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat, supaya dalam menggunakan medsos itu lebih arif dan bijaksana. Apalagi sekarang sudah ada UU ITE. Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi dalam bermedsos.

Sugianto membantah bahwa tidak ada hubungan dengan Pilkada dan unsur politik, sehingga melalui kuasa hukumnya Sugianto memilih untuk melaporkan 2 akun medsos yang diduga menghina dan mencemarkan nama baiknya diri selaku Gubernur Kalteng ke Ditreskrimsus Polda Kalteng, bukan ke Bawaslu Kalteng.

Sementara itu, Sugianto juga membantah laporan yang ia buat atas akun medsos Sriosako Sriosako yang identik dengan nama ketua tim kampanye salah satu paslon Pilgub Kalteng karena sebelumnya ada laporan terhadap pasangan calon (paslon) nomor urut 1 ke Bawaslu. Laporan tersebut adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh paslon nomor 2 dalam hal ini Sugianto Sabran selaku calon gubernur dan wakilnya Edy Pratowo.

Atas laporan tersebut, Sugianto dipanggil ke Bawaslu, namun dengan tegas ia tidak menghadiri undangan tersebut karena ada beberapa alasan. Menurutnya, yang melaporkan pelanggaran ke Bawaslu itu harusnya paslon dan tidak boleh diwakilkan. Rencananya akan membuat surat ke Bawaslu terkait alasan kenapa tidak hadir memenuhi undangan. yml

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas