DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK- Laporan Sugianto Diproses 

  • Whatsapp
DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK- Laporan Sugianto Diproses 
MINTA KEADILAN - Tampak Kuasa Hukum Pasangan No 2 H Sugianto Sabran dan H Edy Pratowo, Rahmadi G Lentam memperlihatkan laporan H Sugianto ke Polda Kalteng. ISTIMEWA
iklan atas

Rahmadi: Mereka Menghina dan Menyerang Pribadi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Setelah melaporkan akun media sosial (medsos) Sriosako Sriosako dan Marcela Yanti ke Polda Kalteng, Rahmadi G Lentam selaku kuasa hukum Sugianto Sabran sudah menyiapkan saksi, sehingga pada saat diperlukan oleh penyidik maka sudah siap.

Ketika ditemui, Selasa (16/11/2020), Rahmadi menyampaikan, perkembangan terbaru yang didapat saat ini sudah masuk pada surat perintah penyelidikan, sehingga pihaknya menyiapkan saksi jika sewaktu-waktu dipanggil oleh Polda.

Menurutnya, saksi yang disiapkan tidak banyak karena bukan jumlahnya yang dilihat. Meskipun sedikit, tapi berkualitas. Saksi tersebut orang yang membaca postingan itu karena siapapun gampang sekali membuka postingan itu dan membacanya.

“Informasi yang kami peroleh sudah ada surat perintah penyelidikan. Artinya masuk laporan kami itu, untuk tahap awal kan penyelidikan. Nanti dalam waktu dekat kami akan hadirkan saksi-saksi,” kata Rahmadi.

Menurut Rahmadi, kalaupun akun medsos Sriosako Sriosako yang dilaporkan itu identik dengan ketua tim kampanye, tapi tidak ada membawa-bawa tim kampanye dalam postingan itu, sehingga mereka anggap ini tanggung jawab pribadi. Kedua akun tersebut dilaporkan karena menyerang pribadi Sugianto Sabran yang juga sebagai Gubernur Kalteng.

Dalam postingan itu, lanjut Rahmadi, setelah diamati sebetulnya untuk menumbuhkan kebencian orang terhadap Sugianto Sabran. Tapi satu yang pemosting itu tidak sadari, kalau Sugianto Sabran masih tetap Gubernur sampai 2021. Bagaimanapun dia dipilih oleh masyarakat pada Pilkada yang pertama dan terpilih secara konstitusional.

“Yang jelas kami akan ikuti terus prosesnya. Kami percaya penyidik akan sangat profesional dan tidak akan terpengaruh. Mereka akan bekerja secara akuntabel dan profesional, saya yakin betul,” imbuh Rahmadi.

Dilaporkannya 2 akun yang diduga menghina Sugianto Sabran tersebut, supaya semua orang sadar, terlebih akun medsos Sriosako Sriosako yang identik dengan anggota dewan. Menurut Rahmadi, seharusnya kalau mau bersuara silahkan lakukan sesuai jalurnya. Bukan dipublikasi di media sosial dengan mencaci maki dan memfitnah.

Masih menurut Rahmadi, misalnya dalam postingan tersebut seolah-olah anggaran penanggulangan Covid-19 itu hanya untuk spanduk. Padahal, selama ini ada bantuan sosial, alat kesehatan dan itu semua dari dana Covid. Kemudian di postingan itu ada kalimat jalan itu dibangun hanya untuk kroninya. Padahal, jalan tersebut dilewati semua rakyat.

Postingan itulah yang dinilai pelapor terlalu tendensius. Kalau akun medsos Sriosako Sriosako yang memosting itu identik dengan anggota dewan, Rahmadi mengingatkan jangan merasa diri anggota dewan lalu memiliki hak imunitas. Ia menilai, lain tempatnya untuk menyuarakannya, bukan bicara di medsos. Akun tersebut memosting terus dibilang seolah-olah suara dewan. Saat ini masih 2 akun itu yang dilaporkan, tapi pihaknya  juga lagi memantau akun-akun yang lain. yml

 

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas