Pelanggar Prokes Palangka Raya Masih Tinggi

  • Whatsapp
Pelanggar Prokes Palangka Raya Masih Tinggi
TEGAS - Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya memberikan sanksi tegas kepada pemilik usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan, akhir pekan kemarin. ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Palangka Raya masih tinggi. Buktinya, meski sudah lebih 2 bulan sejak diterapkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penegakan Kedisiplinan Prokes, ada 3.000 lebih pelanggaran prokes.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Emi Abriyani mengatakan, jenis pelanggaran yang ditemukan selama 62 hari, didominasi pelanggaran perseorangan tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Selama 2 bulan kita telah melakukan 104 kegiatan penindakan operasi yustisi, baik bagi pelanggaran perseorangan, maupun tempat usaha atau kegiatan masyarakat yang tak mematuhi prokes,” ungkap Emi kepada Tabengan, Minggu (15/11/2020).

Berdasarkan data pihaknya, per 14 November 2020 pukul 22.00 WIB, tercatat ada 3.196 pelanggaran prokes. Pelanggaran itu terdiri dari 2.034 pelanggaran tak memakai masker yang mendapatkan sanksi kerja sosial dan 883 orang yang mendapatkan sanksi administrasi sebesar Rp100 ribu, serta 66 orang mendapatkan teguran lisan dan 169 orang mendapatkan teguran tertulis.

Selanjutnya, untuk pelanggaran di tempat usaha tercatat 39 tempat usaha yang mendapatkan sanksi teguran tertulis dan 4 tempat usaha mendapatkan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp5 juta sebagaimana yang tertuang dalam Perwali No 26/2020 Bab IV Pasal 8 tentang sanksi bagi pelanggaran prokes di tempat usaha sektor ekonomi.

“Tempat usaha yang telah mendapatkan teguran tertulis kita harapkan benar-benar mampu menaati prokes dan aturan yang berlaku. Kita saat ini tidak lagi dalam tahapan sosialisasi peraturan, tapi penindakan. Ketaatan masyarakat dan para pelaku usaha sangat kita harapkan. Apalagi saat ini kasus konfirmasi positif masih tinggi dan belum ada penurunan yang signifikan,” ingatnya.

Sedangkan untuk sebaran kasus, jelas Emi,  hingga 14 November 2020 tercatat 1.296 kasus konfirmasi positif Covid-19. Lalu masih ada 96 orang positif yang dalam perawatan (7,25 persen), 1.131 yang sembuh (87,27 persen) dan 71 kasus meninggal dunia (5,48 persen).

Dikatakan Emi, dalam seminggu ke belakang, telah ada penambahan 45 kasus positif. Meskipun pada 8 November untuk skor Rate of Transmision/Effective Reproduction Number (RT) sempat menyentuh angka 2,0 namun hingga 14 November telah turun ke angka 1,57.

“Saat ini kita tengah bekerja keras untuk menekan sebaran kasus positif ini dengan meningkatkan kedisiplinan prokes. Untuk itu, kerja sama dari masyarakat dan pihak swasta sangat kami harapkan,” ujar Emi. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas