MANFAATKAN LAHAN KOSONG- Napi Narkotika Tanam Pisang dan Budidaya Ikan Nila

  • Whatsapp
MANFAATKAN LAHAN KOSONG- Napi Narkotika Tanam Pisang dan Budidaya Ikan Nila
KEBUN PISANG - Kalapas Narkotika Kasongan, Ahmad Hardi, saat berada di kebun pisang yang berada di belakang Lapas Narkotika Kasongan.  ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Lapas Khusus Narkotika Kasongan yang terletak di Kabupaten Katingan, terus berkomitmen memberikan pembinaan produktif kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hal ini dimaksudkan agar narapidana kelak bisa mandiri setelah keluar dari pemasyarakatan.   Berbagai kegiatan pembinaan kemandirian diberikan sebagai bekal keterampilan kepada warga binaan.

Teranyar, memanfaatkan lahan yang ada di samping dan belakang pemasyarakatan yang semula tak produktif menjadi lahan pertanian.  Setidaknya 1.000 pohon pisang kini sudah berjejer rapi di lahan pemasyarakatan yang dikelola langsung oleh petugas Lapas dan WBP selama delapan bulan terakhir. Tak hanya kebun pisang, Lapas Khusus Narkotika tersebut juga turut mengembangkan budidaya ikan Nila yang berada di depan kantor.

Kalapas Narkotika Kasongan, Ahmad Hardi, mengatakan pohon pisang sengaja dipilih karena perawatannya yang berkesan praktis, sekali tanam dan akan terus berbuah.   “Dalam memulai kebun pisang ini kita memiliki konsep mengkondisikan orang malas. Karena pohon pisang hanya perlu sekali tanam dan akan terus panen,” ujarnya, Sabtu (14/11/2020) siang.

Dalam pengolahan lahan, penanaman dan perawatan, lanjutnya, Lapas melibatkan warga binaan yang masuk dalam program asimilasi kerja. Mereka tetap diawasi oleh petugas jaga secara bergantian.  “Kalau soal hasil, saya tidak begitu mengarah ke sana, namun intinya kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Syukur-syukur bisa menyumbangkan pendapatan ke negara berupa PNBP,” terangnya.

Penanaman pohon pisang salah satu bagian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dilakukan pemerintah pusat. Di sisi lain, untuk membina warga binaan dengan harapan, selepas selesai menjalani masa pidana, bisa berbaur dengan masyarakat dan memiliki usaha tanpa kembali terlibat pidana.  “Sama halnya dalam proses pembudidayaan ikan Nila karena hanya sekali membeli bibit ikan dan selanjutnya, bibit bisa diambil setelah berkembang biak,” urai Ahmad Hardi.

Ke depan, Lapas Khusus Narkotika Kasongan akan kembali mengembangbiakan peternakan berupa ayam dengan memanfaatkan lahan kosong yang tersisa di belakang pemasyarakatan.  “Semua program ini juga bisa terlaksana atas bantuan dari WBP yang telah keluar penjara. Karena pembinaan yang kita lakukan, mereka pun berkeinginan membantu baik berupa bibit pisang dan bahan material lainnya,” tutupnya.  fwa

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas