SEBARAN COVID-19 MEMBURUK

  • Whatsapp
SEBARAN COVID-19 MEMBURUK
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani DAN Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr Suyuti Syamsul
iklan atas

***dr Suyuti: Pasca Libur Panjang Covid-19 Meningkat

PALANGKA RAYA– Berdasarkan data laporan mingguan Covid-19 di Kota Palangka Raya, awal November ini terlihat peningkatan signifikan kasus sebaran Covid-19. Skor Rate of Transmision/Effective Reproduction Number (RT) di Kota Cantik per 8 November 2020 berada di angka 2,0, yang berarti meningkatnya penularan pada 2 hingga 3 orang berikutnya.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani menjelaskan, skor RT tersebut merupakan nilai peningkatan penularan yang dihitung sesuai laporan kasus per hari. Grafik data dalam beberapa pekan ke belakang, telah memperlihatkan jumlah kasus harian yang cenderung meningkat mengenai 2 sampai 3 orang berikutnya.

“Jika skor RT kurang dari 1, artinya potensi menularkan pada orang lain sudah hampir tidak ada. Lalu jika skor RT sama dengan 1, maka endemis masih terjadi dalam kelompok masyarakat. Suatu daerah disebut aman jika nilai RT di bawah 1 dalam periode 14 hari, batas atas bernilai di bawah 1 selama 14 hari, atau nol kasus baru dalam 14 hari,” jelas Emi, Senin (9/11).

Kesimpulannya, kata dia, Kota Palangka Raya saat ini status kesehatan untuk pandemi Covid-19 memburuk dibandingkan minggu lalu. Rekomendasi epidemiologis dengan adanya peningkatan penyebaran Covid-19, maka perlu peningkatan jumlah testing, pelacakan kontak dan penguatan fasilitas kesehatan untuk mencegah bertambahnya jumlah kematian.

“Selain itu, penerapan protokol kesehatan di masyarakat tetap harus diawasi dengan ketat. Upaya untuk mencapai nol kasus baru sebaiknya dengan menunda izin keramaian dalam 14 hari. Tetapi aktivitas ekonomi skala rumah tangga tetap dapat dilakukan untuk memperlambat laju penularan,” katanya.

Selain itu, Emi menuturkan, pertumbuhan kasus mingguan dalam periode September hingga November selama 10 minggu, meskipun pada awalnya memiliki kecenderungan penurunan kasus, tapi beberapa waktu terakhir justru terjadi penambahan.

Minggu pertama September, terangnya, ada penambahan 54 kasus konfirmasi positif, 51 kasus pada minggu kedua, 38 kasus pada minggu ketiga, 44 kasus pada minggu keempat, 31 kasus pada minggu kelima, 43 kasus pada minggu keenam, 14 kasus pada minggu ketujuh, serta 11 kasus pada minggu kedelapan.

Namun, memasuki akhir Oktober tepatnya pada minggu kesembilan terjadi peningkatan menjadi 24 kasus per minggu, dan pada minggu kesepuluh terdapat 39 kasus.

“Secara umum kasus baru mingguan di Kota Palangka Raya dalam periode pengamatan per 14 hari menunjukkan jumlah kasus minggu kesepuluh ini meningkat. Ini artinya penularan Covid-19 minggu ini semakin cepat, rata-rata kasus baru 5,6 kasus per hari. Peningkatan kasus daripada minggu sebelumnya sebesar 38,5 persen,” terang Emi.

Lalu untuk laju insiden atau kecepatan penularan Covid-19 per minggunya, jelas Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini, pada minggu ke-35 dan minggu ke-36 pandemi ini di Kota Cantik telah ada peningkatan.

Pada minggu ke-35 tercatat 1.222 kasus konfirmasi positif dengan 24 kasus baru, sehingga per 100 ribu penduduk ada 8,2 orang yang terinfeksi. Lalu pada minggu ke-36, ada 1.265 kasus konfirmasi positif dan 43 kasus baru. Itu berarti dalam 100 ribu penduduk ada 14,7 orang yang terinfeksi.

“Interpretasi cenderung meningkat. Kecepatan penularan atau Covid-19 di sini pada minggu ini meningkat, artinya penularan cenderung cepat sehingga status kesehatan Kota Palangka Raya memburuk dibandingkan minggu sebelumnya. Peningkatan kasus konfirmasi sebesar 46,5 persen dari minggu lalu,” bebernya.

 

Penyebab Lonjakan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr Suyuti Syamsul mengatakan, apa yang dikhawatirkan pihaknya sebelum memasuki masa libur panjang 28 Oktober-1 November tentang adanya lonjakan kasus pasca-libur panjang, kini jadi kenyataan. Terbukti penambahan sangat signifikan. Lonjakan kasus ini sudah diprediksi sebelumnya.

“Beberapa hari setelah liburan, angka konfirmasi positif sangat tinggi. Bahkan, nilai RT atau penyebaran kasus pun di atas 2, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah tenaga kesehatan yang memvalidasi surat keterangan rapid test dan memeriksa health card di bandara ikut positif. Besar sekali kemungkinannya para nakes tersebut tertular oleh para pelancong,” kata Suyuti, Senin (9/11).

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kalteng, sebelum libur panjang, kasus positif dalam perawatan per 27 Oktober mencapai 316 orang terjadi fluktuatif penambahan kasus baru. Pada saat usai libur panjang, pasien positif dalam perawatan turun sampai ke angka 272 orang.

Namun, Rabu (4/11) sampai dengan Minggu (8/11), bertambah kasus positif baru 214 orang, sembuh 76 orang, sehingga dalam perawatan bertambah 131 kasus baru. Dengan demikian, jumlah pasien dalam perawatan 402 orang. Jumlah keseluruhan kasus positif di 4.567 kasus dan yang sembuh 4.004 orang.

Daerah yang paling banyak terjadi lonjakan kasus, Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tidak hanya masyarakat umum yang terkonfirmasi positif, tapi juga ada tenaga kesehatan yang ikut terkonfirmasi positif. Jumlahnya cukup banyak, lebih dari 20 orang.

“Saat ini tidak bisa lagi penularan kasus di Provinsi Kalteng disebut kasus impor. Penularan sudah di komunitas. Kuncinya pada kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, makin ketat penerapannya, makin cepat kasusnya kembali menurun,” katanya. rgb/yml

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas