Tembakau Gorila dari Makasar Gagal Diedarkan di Kalteng

  • Whatsapp
Tembakau Gorila dari Makasar Gagal Diedarkan di Kalteng
PERIKSA - Kepala KPPBC TMP C Pulang Pisau, Indra Sucahyo bersama penyidik saat memeriksa tembakau gorila yang berhasil diamankan.ISTIMEWA
iklan atas

• Masuk Palangka Raya Disamarkan Sebagai Jam Tangan
• Digagalkan Bea Cukai Pulang Pisau dan BNNP
PALANGKA RAYA –Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pulang Pisau di Palangka Raya bersama BNNP Kalteng berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I non tanaman berupa tembakau gorila pada Sabtu (7/11). Dari penangkapan yang berlangsung di sebuah gudang jasa ekpedisi Jalan Seth Adji, petugas mengamankan satu paket tembakau gorila seberat 24,5 gram.

Kepala KPPBC Pulang Pisau, Indra Sucahyo, mengatakan tembakau sintetis tersebut dikirim dari Makasar ke Palangka Raya melalui jasa pengiriman ekspedisi. Barang yang semula disamarkan sebagai jam tangan tersebut berhasil diamankan usai pengawasan yang dilakukan KPPBC TMP C Pulang Pisau bersama BNNP Kalteng.

Pemeriksaan oleh Unit Pengawasan KPPBC TMP C Pulang Pisau dilakukan karena paket barang tersebut adalah diduga sejenis hasil tembakau yg diberi zat cannabinoid (ganja) sintetis, sehingga terkait dengan UU Cukai yang menjadi dasar kewenangan dari KPPBC. Kemudian, barang bukti diserahterimakan kepada BNN Provinsi Kalimantan Tengah.

Selanjutnya, BNN Provinsi Kalimantan Tengah bersama Unit Pengawasan Bea Cukai Pulang Pisau melakukan penyergapan terhadap pelaku. “Dari keterangan pelaku, barang tersebut dibeli melalui instagram dan sudah dua kali dikirim ke Palangka Raya,” terangnya, Senin (9/11) sore. Pengungkapan terhadap upaya penyelundupan tembakau gorila tersebut, dalam rangka menjalankan fungsi Bea dan Cukai sebagai communty protector atau pelindung masyarakat baik dari penyelundupan barang ilegal maupun dari peredaran Barang Kena Cukai ilegal.

Masifnya peredaran narkoba di Palangka Raya membuat unit pengawasan KPPBC lebih melakukan monitoring peredaran narkotika golobgan I. “Dari jaringan yang kita miliki diketahui bahwa ada pengiriman tembakau gorila dari Makassar yang transit di Jakarta menuju Palangka Raya. Informasi itu kemudian segera kita koordinasikan ke BNNP Kalteng,” jelasnya.

Atas pengungkapan ini, lanjut Indra, pihaknya akan terus meningkatkan upaya monitoring untuk mengurangi peredaran narkoba semaksimal mungkin. “Ini merupakan pengungkapan kita pertama kali untuk narkotika. Monitoring akan terus kita tingkatkan baik terkait kepabeanan dan juga penyalahgunaan narkoba,” tegasnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas