Harati Programkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

  • Whatsapp
Harati Programkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Ruang Isolasi Oleh: Lianto S.Th., M.Th 1 Raja-raja 17:1-6 1 Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." 2 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 3 "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana." 5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu. Kata “Isolasi” sebelumnya bukan kata yang menarik hanya kata yang biasa yang bermakna pemisahan, pengasingan, keterpencilan atau penyekatan. Isolasi dapat dimengerti sesuai konteks kata tersebut digunakan sebagai contoh mengundurkan diri dari keramaian, tempat yang dibuat khusus untuk tujuan tertentu dan lain sebagainya. Setelah pandemi virus covid 19, kata isolasi sering disebutkan, sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun kata isolasi yang kita dengan akhir-akhir ini seringkali memiliki konotasi negatif, menyedihkan dan tidak mengenakkan. Dalam 1 Raja 17:1-6, diceritakan tentang peringatan yang diberikan Elia kepada Raja Ahab bahwa tidak akan ada embun atau hujan yang turun di Israel (ay. 1). Karena ucapannya maka Elia terancam hukuman mati dari Raja Ahab. Selanjutnya diceritakan bahwa Elia diperintahkan Allah untuk bersembunyi di tepi Sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Di sana Elia melihat bagaimana pemeliharaan Allah yang luar biasa walaupun dia berada di tengah-tengah ancaman maut (ay. 3-6). Allah mengirimkan bagi Elia burung gagak yang membawakan roti dan daging pada waktu pagi dan petang untuk memelihara hidupnya di persembunyian. Dari cerita dalam 1 Raja 17:1-6, kita dapat menarik sebuah pelajaran bahwa waktu isolasi tidak selalu negatif justru waktu isolasi dapat menjadi kesempatan untuk kita merasa kasih dan pemeliharaan Tuhan. Jangan pernah menganggap kesendirian, waktu sendiri, tempat menyendiri adalah hal yang mengecewakan. Justru itulah waktu Tuhan untuk melayani kita, waktu untuk Tuhan membentuk kita hingga pada waktu-Nya Ia akan memakai kita lebih lagi. Elia yang bersembunyi di tepi Sungai Kerit dalam 1 Raja 17:1-6 dapat menjadi contoh yang baik tentang masa isolasi. Dalam masa isolasinya, Elia sedang dibentuk oleh Tuhan untuk bias dipakai lebih maksimal lagi dalam pelayanannya. Masa Isolasi bukan berarti kita bergumul atau berjuan sendiri. Ingat! Allah yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan berdaulat atas kita. Dia yang mengirimkan burung-burung gagak kepada Elia pada waktu pelariannya, Dia juga yang akan menunjukkan pemeliharaanNya atas hidup dan pergumulan kita. Ia adalah Allah yang peduli pada saat-saat kita mengalami masa-masa isolasi (pergumulan). Miliki cara pandang yang positif terhadap masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Apakah itu masalah ekonomi yang sulit seperti sekarang ini, masalah sakit penyakit yang sudah lama kita derita, masalah masa depan anak-anak kita atau masalah-masalah lainnya. Masa isolasi yang Tuhan ijinkan adalah masa pembentukan bagi iman dan hidup kita. Masa Isolasi adalah masa persiapan agar kita dapat menjadi pribadi yang lebih tangguh. Bahkan masa isolasi yang kita alami menjadi kesempatan untuk kita memiliki pengalaman perjumpaan pribadi dengan pribadi Allah Sang Pemelihara hidup kita. Tuhan Yesus Memberkati kita.
iklan atas

SAMPIT/TABENGAN.COM-Pasangan Halikinnor-Irawati bakal memprogramkan lahan pertanian pangan berkelanjutan di wilayah itu. Halikinnor yang maju menjadi calon bupati berpasangan dengan calon wakil Bupati Kotim Irawati itu mengaku program itu nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Saya akan memprogramkan untuk menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan . Untuk itu mulai saat ini akan disusun persiapan cermat yang didukung dengan penyediaan infrastruktur dan sumber daya manusia petani yang berkualitas dan jumlahnya yang memadai,” kata Halikinnor, Jumat (6/11/2020).

Halikinoor mengungkapkan, Kalteng dinilai, daerahnya memiliki lahan yang luas untuk bisa dikembangkan sebagai lahan pertanian . Hal itu mengingat lahan pertanian di Jawa sudah tidak memungkinkan lagi untuk dikembangkan. Untuk itu kinerja produksi pangan Kotim khususnya, harus terus ditingkatkan.

Apabila melihat dari sisi produksi padi dengan asumsi untuk dikonsumsi sendiri di dalam daerah saat ini Kotim  telah mengalami surplus beras. Sehingga Kotim telah dapat berpartisipasi dalam memenuhi target swasembada secara nasional.

Dalam hal meningkatkan ketahanan pangan Kotim, lanjut Halikinnor,  dirinya akan mengonsep program yang mengupayakan hal tersebut, di mana ketahanan pangan juga merupakan salah satu prioritas yang diusung pada program.

Dijelaskannya ketahanan pangan dihasilkan oleh suatu sistem ketahanan pangan yang terdiri dari 3 sub sistem yakni sub sistem ketersediaan pangan, distribusi pangan dan konsumsi pangan. Dimana ketiga sub sistem itu telah diakomodasi dalam berbagai program pembangunan diantaranya program peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura, program peningkatan produksi peternakan, program peningkatan ketahanan pangan dan berbagai program lain yang saling melengkapi. “Kinerja berbagai program ketahanan pangan menunjukkan tren positif, hal ini terlihat dari semakin meningkatnya angka produksi pangan pokok dan semakin tingginya skor pola pangan harapan,dan ini akan kita lanjutkan dan tingkatkan,” tuturnya.

Kedepan, menurut Halikin, kinerja program tersebut akan diterapkan sehingga target kinerja yang telah ditetapkan dapat dicapai. Namun hal tersebut tidak akan terwujud  dengan hanya melibatkan satu stakeholder saja, akan tetapi harus melibatkan seluruh stakeholder yang ada baik pemerintah, swasta maupun masyarakat harus bersama-sama membangun ketahanan pangan secara bersinergi. c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas