Dayung Kalteng Aset Indonesia

  • Whatsapp
Dayung Kalteng Aset Indonesia
KETERANGAN PERS - Ketua umum Pengprov PODSI Kalteng, Edy Karusman (Batik) dan tim formatur serta ketua harian KONI, Christian Sancho (Kaos Hitam) bersama Sekum H Elbadi Fardian, memberikan keterangan pers, Kamis (5/11/2020). TABENGAN/LIU
iklan atas

*PODSI Pusat Minta Pengurus Fokus Bina Atlet

PALANGKA RAYA – Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) melalui surat nomor 194/PODSI/XI/2020, meminta kepada ketua umum terpilih PODSI Kalteng, dalam menyusun kepengurusan memperhatikan beberapa hal. Salah satunya untuk fokus dalam pembinaan atlet. Kemudian pembinaan cabang canoeing dan rowing harus dipisahkan, ini sesuai dengan AD/ART PB PODSI.

Setelah menerima surat tersebut, Ketua Umum Pengprov PODSI Kalteng, Edy Karusman dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat, Kamis (5/11/2020). Rapat tersebut untuk mendapatkan masukan dan saran adanya surat tersebut terkait dengan kepengurusan PODSI Kalteng empat tahun ke depan.

“Kami rapat dengan KONI dipimpin oleh ketua harian. Dalam rapat ini ada masukan dan saran dari KONI dengan penyusunan kepengurusan PODSI 2020-2024. Supaya kepengurusan PODSI Kalteng ini legalitasnya segera ada, sehingga kami segera bisa berjalan,” kata Edy didampingi  tim Formatur, Ardayan Tanggar.

Edy bersama tim formatur sudah melakukan perbaikan mengikuti arahan dari dari PB melalui surat. Perbaikannya tidak banyak hanya mengganti redaksional saja. Sementara itu orang-orang yang ada di susunan kepengurusan, sebenarnya sudah terwakili, mengakomodir semua orang-orang dari pegiat dan mantan atlet dayung.

Setelah Musprov, langkah awal yang dilakukan menyusun struktur kepengurusan. Setelah itu mereka berharap agar segara ada legalitas kepengurusan karena sampai saat ini masih menunggu dari PB PODSI yag diketuai oleh Menteri PUPR, sehingga bisa melakukan langkah selanjutnya dalam menyiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2021 di Papua.

Ketua harian KONI Provinsi Kalteng, Christian Sancho menyampaikan, KONI hanya sebatas memberikan saran dan masukan karena yang menyusun kepengurusan adalah Edy bersama tim formaturnya.  “Surat PB Itu mempertegas susunan pengurus, ada beda sedikit di dalam susunan pengurus yang disodorkan. Jadi itu yang dipertegas lagi PB dengan bahasa Rowing dan Conoeing itu harus dipisah, itu yang kami bahas sebagai masukan dari PB PODSI,” kata Sancho.

KONI menyarankan, dalam menyusun kepengurusan sebaiknya mengakomdir orang-orang yang memang mengerti tentang olahraga dayung. Bisa bersinergi dan juga mau diajak bekerja bersama dan sama-sama bisa bekerja. Untuk siapa-siapa orangnya itu sudah wewenang dari ketua dan tim formaturnya. Sehingga Cabor dayung yang merupakan andalan Kalteng di PON bisa memperoleh prestasi yang lebih bagus didalam PON XX, 2021 Papua.

Untuk menghadapi PON, saat ini KONI masih berusaha menyusun anggaran yang cukup karena tanpa adanya dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah, maka nonsense (Omong Kosong) dapat prestasi. Apalagi Cabor dayung memiliki atlet yang banyak, untuk itu menuju PON XX nanti kita memerlukan biaya yang banyak.  KONI minta kepada Pemerintah menyediakan dukungan anggaran yang cukup untuk pelatihan atlet hadapi PON. Setelah masalah anggaran ini selesai, maka selanjutnya menggelar Pelatda terpusat bagi atlet yang lolos PON. Kemungkinan besar Januari 2021 nanti sudah bisa mulai.

Ditambahkan Sekretaris umum KONI, Elbadi Fardian, KONI sudah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Gubernur Kalteng, Sekda, ketua DPRD Provinsi, Kapolda, Danrem, Bappeda dan Kadispora. Nanti mulai dalam minggu ini berharap sudah bisa audiensi dengan mereka.

“Kemudian mengenai PODSI, saya ingat pesan dari Sekjen PB PODSI, karena menurut mereka aset dayung Indonesia itu ada di Kalteng. Ini menurut saya pengharagaan yang luar biasa untuk Kalimantan Tengah. Makanya mereka sangat perhatian sampai pada urusan kepengurusan PODSI Kalteng, siapa nama-nama yang masuk dalam pengurus mereka tau semua, semua data mereka punya,” imbuh pria yang biasa di sapa Doddy itu.

Kalau Kalteng itu ingin fokus, lanjut Elbadi, PB menyarankan yang pengurus fokus mengurus organisasi dan yang pelatih fokus melatih atlet, jangan dicampur. Kebijakan ketum PODSI Kalteng juga arahnya kesitu. Tapi memang tidak bisa sekaligus, namun harus perlahan dilakukan karena ikatan emosional, pengurus, pelatih dan atlet dayung di kalteng ini sudah luar biasa menyatu. yml

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas