PILKADA SERENTAK 2020 – Pemilih ke TPS Bawa Alat Tulis, Petugas Berpakaian Hazmat

  • Whatsapp
PILKADA SERENTAK 2020 - Pemilih ke TPS Bawa Alat Tulis, Petugas Berpakaian Hazmat
MATERI - Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya, Endrawati, saat memberikan materi terkait pengawasan Bawaslu dalam pilkada. TABENGAN/FERY
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sebanyak 75 peserta terdiri dari organisasi massa setempat (OMS) dan media massa mengikuti jalannya sosialisasi pengembangan pengawasan pemilu yang digelar Bawaslu Kota Palangka Raya, di Swissbel Hotel, Selasa (03/11/2020).  Narasumber yang dihadirkan diantaranya PWI Kalimantan Tengah yang diwakili Heronika Rahan, Bawaslu yang diwakili Endrawati, Ketua KPU Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah, dan Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Tengah.

Ketua KPU Kota Palangka Raya Ngismatul Choiriyah menerangkan,  pelaksanaan pemilihan kali ini berbeda karena berada di tengah pandemi covid-19. Sehingga pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan.   Beberapa peraturan dan tata cara pemilihan telah ditentukan saat pemilih berada ataupun menuju ke TPS nantinya. Yakni harus menggunakan masker dan membawa alat tulis berupa pulpen guna mengisi daftar hadir.

“Sejumlah ketentuan sudah kita tetapkan, yakni pemilih nantinya sebelum masuk ke dalam TPS harus mencuci tangan dan dicek suhu tubuhnya. Batas maksimal suhu tubuh yang diperbolehkan yakni 37,3 derajat celcius,” ucap Ngismatul.  pemilih yang kedapatan bersuhu tubuh tinggi akan tetap bisa memilih dengan diarahkan petugas TPS menuju bilik khusus pencoblosan.

“Kita memastikan semua petugas di TPS aman dari Covid-19. Kita sediakan pakaian hazmat untuk petugas bisa mobile jika ada warga yang sedang sakit dan tidak bisa pergi ke TPS,” jelasnya.

Ketua Bawaslu Kota Palangka Raya Endrawati mengatakan,  suksesnya demokrasi dan pilkada merupakan tanggung jawab bersama.  Semua elemen masyarakat harus terlibat, terutama media dalam memberikan informasi aktual. Terakhir pilkada harus aman, lancar dan kondusif serta mengikuti protokol kesehatan,” katanya.  “Terkait fungsi pengawasan, Bawaslu Kota Palangka Raya telah merekomendasikan dua ASN terkait netralitas. Lalu memberikan teguran secara lisan saat kampanye paslon yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Guna mendukung pilkada berjalan sesuai dengan protokol kesehatan, Bawaslu telah membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk menegakkan kegiatan kampanye yang sesuai dengan protokol kesehatan. Pokja berisikan anggota dari KPU Kota Palangka Raya, Polresta Palangka Raya, Walikota dan Kodim 1016 Palangka Raya.  “Sudah ada beberapa teguran lisan yang kita berikan kepada timses yang melakukan kampanye tidak menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya.  fwa 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas