Ngeyel, 3 Kafe Denda Rp5 Juta karena Langgar Prokes

  • Whatsapp
Ngeyel, 3 Kafe Denda Rp5 Juta karena Langgar Prokes
TEGURAN- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya memberikan teguran kepada pelaku usaha yang belum menaati protokol kesehatan, Sabtu (31/10/2020) malam. TABENGAN/RONY
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com Meski sudah berjalan hampir 2 bulan, namun Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya tidak menurunkan tingkat kedisiplinan dan ketegasan dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Seperti pada Sabtu (31/10/2020) malam, Tim Gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) Divisi Patroli Pengawasan Prokes dan Penindakan Peraturan Wali Kota Palangka Raya Nomor 26 Tahun 2020 kembali menggelar operasi yustisi.

Dalam giat tersebut, ada 4 tempat usaha kuliner berupa kafe yang mendapat sanksi. Tiga di antaranya langsung dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp5 juta karena tidak menerapkan prokes, seperti jaga jarak tempat duduk dan pembiaran para pengunjung tidak menggunakan masker.

Denda dibayarkan pada keesokan harinya oleh pemilik tempat usaha ke Sekretariat Kantor BPBD dengan jaminan KTP dan Surat Izin Usaha, maupun langsung bayar di tempat. Sedangkan 1 kafe lainnya mendapatkan teguran tertulis serta peringatan pertama dan terakhir.

“Kita sudah tidak dalam masa sosialisasi. Kita sudah dalam tahapan penegakan aturan. Apalagi para pelaku usaha ini bukan pertama kali mendapatkan teguran, namun sudah berkali-kali. Jadi kita tegaskan bahwa adanya penerapan prokes ini bukan untuk menghalangi aktivitas masyarakat, tetapi demi menjamin keselamatan seluruh pihak dari paparan virus Covid-19. Juga agar pelaku usaha memahami dan sadar akan pentingnya prokes,” tegas Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Palangka Raya Emi Abriyani saat ditemui Tabengan, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut dibeberkannya, sejak pukul 16.00 WIB, tim menggelar operasi yustisi razia masker di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di persimpangan Jalan Raya Galaxy. Dalam operasi tersebut didapati 46 masyarakat pelanggar prokes tidak mengenakan masker saat beraktivitas.

“Yang mendapat denda administrasi membayar pada Kas Daerah sebesar Rp100 ribu ada 11 orang, kemudian ada 29 orang pelanggar yang menjalani sanksi sosial membersihkan jalan, dan 6 orang yang mendapatkan sanksi teguran,” sebutnya.

Operasi yustisi kemudian dilanjutkan sekitar pukul 20.00 WIB. Kali ini giliran para pelaku usaha yang dilihat ketaatannya dalam menjalankan prokes sebagaimana diatur dalam Perwali 26/2020.

Emi berharap dengan adanya 3 pelaku usaha yang dikenakan denda administratif sebesar Rp5 juta ini bisa menjadi contoh agar pelaku usaha lain tidak mengabaikan penerapan prokes di lokasi atau tempat usahanya.

“Ini adalah bentuk tegas dan nyata dari Tim Satgas Covid-19 di Kota Palangka Raya dalam upaya mencegah sebaran Covid-19 di Kota Cantik agar tidak kembali meluas, terlebih lagi saat ini angka sebaran Covid-19 di kota ini sudah cukup bagus,” pungkasnya. rgb

 

 

 

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas