Pembunuh Janda Diringkus 

  • Whatsapp
Pembunuh Janda Diringkus 
DIRINGKUS- Pelaku pembunuhan janda di Baamang Hulu akhirnya berhasil diringkus, Sabtu (31/10). TABENGAN/ARBIT SAFARI
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Kasus pembunuhan janda Hj Cahaya (66) di Jalan Baamang 1, Gang Beringin Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (30/10//2020) lalu, akhirnya terungkap. Pelakunya adalah Wahyudin alias Idin (57), masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. Pelaku ditangkap di Desa Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Sabtu (31/10/2020).

Kapolres Kotim Abdoel Harris Jakin saat ekspose pengungkapan kasus di Mapolres Kotim menerangkan, kasus ini terungkap setelah polisi memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti.

“Tiga hari sebelum kejadian pada Selasa (27/10/2020), tersangka datang menemui korban bermaksud untuk membeli kelapa muda. Namun, korban mengatakan tidak menjual kelapa muda, dia hanya menjual kelapa tua saja,” terang Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Abdul Aziz Septiadi dan Kapolsek Baamang AKP Ratno, Senin (2/11/2020).

Saat pertemuan tersebut korban mengenakan perhiasan emas seperti gelang, cincin dan anting. Rupanya setelah itu muncul niat jahat dari tersangka untuk menguasai barang berharga milik korban.

Kamis (29/10//2020) sore, tersangka kemudian datang lagi ke rumah korban untuk merealisasikan niatnya itu. Tersangka merusak pagar kayu rumah korban dan saat itu langsung menuju bagian belakang rumah korban.

“Tersangka ini tahu kebiasaan korban, bahwa jika akan salat korban mengambil air wudu dengan membuka pintu belakang. Jadi sepanjang malam tersangka menunggu di belakang rumah korban, bersembunyi di antara drum,” jelas Kapolres.

Sekitar pukul 04.30 WIB korban yang akan melaksanakan salat subuh membuka pintu belakang rumahnya. Saat itulah tersangka menyergap korban dan membekapnya dengan kain. Namun, saat itu korban melawan dan bekapan tersangka terlepas hingga korban terjatuh ke lantai.

Saat itu tersangka langsung mencekik korban. Meski sempat berteriak, namun korban akhirnya tidak bergerak lagi. Untuk memastikan korban sudah tewas, pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan batangan besi yang ada di rumah korban. Setelah itu tersangka mempreteli perhiasan korban.

Pelaku kemudian pergi ke Pusat Perbelanjaan Mentaya untuk menjual perhiasan korban. Setelah itu pergi ke Desa Selunuk Seruyan Raya.

Aparat kepolisian yang mulai menaruh curiga terhadap pelaku kemudian menelusuri keberadaan tersangka. Akhirnya Unit Resmob Polres Kotim bersama Unit Resmob Polda Kalteng dan Polsek Baamang menjemput tersangka di Desa Selunuk, Sabtu.

“Awalnya tersangka tidak mengaku. Alibinya berbelit-belit. Namun, setelah kami tunjukkan bukti, tersangka tidak bisa berkelit lagi dan mengakui perbuatannya,” jelas Kapolres.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi antara lain 2 buah cincin emas yang sempat dijual, kemudian gelang emas dan beberapa perhiasan lainnya. Batangan besi yang digunakan untuk memukul kepala korban, helm dan pakaian.

“Uang hasil penjualan barang berharga milik korban digunakan untuk membayar utang. Sejauh ini tersangka masih 1 orang, namun kami akan terus mendalami kalau ada kemungkinan tersangka lain yang terlibat,” jelasnya. c-arb

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas