Skema Pemungutan Suara Diatur Pembagian Jam

  • Whatsapp
Skema Pemungutan Suara Diatur Pembagian Jam
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng Wawan Wiraatmaja
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng), berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Tahapan yang dilalui tidaklah mudah, karena harus mengedepankan protokol kesehatan, termasuk tahapan kampanye dan tahapan pemungutan suara.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng Wawan Wiraatmaja menjelaskan, tahapan yang cukup krusial adalah pada saat pemungutan suara nanti. Permasalahan yang paling dikhawatirkan terjadinya penumpukan pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). KPU RI sedang mempersiapkan skema tahapan pemungutan suara.

Menurut Wawan, skema resminya belum disampaikan, namun gambarannya pada saat pemungutan suara akan dibagikan berdasarkan kategori usia dan juga sistem pembagian jam. Edarannya masih belum dari KPU RI, namun ini sebagai bentuk pemahaman kepada masyarakat dalam mendukung protokol kesehatan dan mencegah penularan Covid-19 lebih luas di Kalteng.

Pembagian kelompok usia dengan sistem jam, jelas Wawan, semata menekan terjadinya penumpukan pemilih di TPS. Misalnya, kategori pemilih dibagi dalam 3 kategori. Setiap kategori diberikan waktu memilihnya. Contoh, usia pemilih 17-25 tahun memilih pada pukul 07.00-09.00 WIB. Artinya, diharapkan para pemilih ini datang pada jam tersebut untuk dapat memilih. Pemilih dapat melihat keterangan waktu pada surat undangan yang disampaikan kepada pemilih.

Demikian pula untuk usia di atas tersebut, lanjut Wawan, diberikan waktu pada pukul setelahnya selama 2 jam. Apabila ini dapat terlaksana, maka diharapkan tidak ada penumpukan pemilih di TPS. Memang, tidak ada keharusan bagi setiap pemilih untuk datang ke TPS di luar jam yang ditentukan. Maksudnya, sekalipun pemilih berusia 17-25 yang sudah ditetapkan memilih pukul 07.00-09.00 WIB, tetap dapat memilih di luar jam tersebut. Hanya, risikonya terjadi penumpukan.

Selain itu, kata Wawan, skema ini dicoba dijalankan memang untuk mencegah penularan Covid-19, khususnya bagi para usia lanjut yang dinilai rentan terpapar. Petugas kemungkinan besar tidak dapat mengunjungi satu per satu para lansia ini. Sebab, dalam satu TPS bukan tidak mungkin terdapat ratusan lansia, maka dari itu skema pembagian jam adalah opsi yang coba untuk ditawarkan.

Demikian pula, lanjut Wawan, bagi pemilih yang berada di rumah sakit karena sedang menjalani perawatan khususnya isolasi. KPU bekerja sama dengan pihak RS untuk dapat membantu para pemilih agar dapat mempergunakan hak pilihnya sebaik mungkin.

“Ini beberapa opsi yang sedang dipersiapkan dan dibahas bersama. Skema kepastian pada saat pemungutan suara seperti apa nantinya, akan disampaikan dan disosialisasikan kemudian,” pungkasnya.   ded

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas