Palangka Raya Zona Oranye, Pertahankan!

  • Whatsapp
Palangka Raya Zona Oranye, Pertahankan!
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com– Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengungkapkan, hingga hari ke-3 minggu ke-34 di masa pandemi Covid-19 di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, kini telah memasuki Zona Oranye atau wilayah dengan tingkat risiko penyebaran sedang.

Dijelaskan Emi, per 21 Oktober untuk nilai Reproduction Number (RT) telah berada di angka 0,8. Angka tersebut terus menurun setelah hampir sepekan sebelumnya, RT di Palangka Raya sempat berada di angka 1,26.

“Nilai RT di bawah 1, berarti tingkat penularannya hampir 0 atau masih di bawah 1. Jika RT kurang dari 1 artinya potensi menularkan pada orang lain sudah hampir tidak ada. Jika RT sama dengan 1, endemis terjadi dalam kelompok masyarakat. Dan, jika RT lebih 1 artinya wabah akan terus bertambah, serta 1 orang berpotensi menularkan pada 2 sampai 3 orang berikutnya,” ungkap Emi saat ditemui Tabengan, Jumat (23/10).

Pengamatan RT, lanjut Emi, dilakukan dalam waktu 14 hari atau dalam masa inkubasi penyakit. Jika selama 14 hari konsisten pada angka kurang dari 1, maka penularan di wilayah tersebut berdasarkan kajian epidemiologinya dikatakan menurun atau dianggap sudah hilang, sehingga aktivitas masyarakat dapat dimulai dengan aktivasi sistem surveillance yang dikontrol ketat dari Dinas Kesehatan setempat.

“Aktifasi sistem surveillance ketat sebagai tindakan kewaspadaan dini. Berdasarkan kajian yang ada, maka harus segera dilakukan di Palangka Raya yang memiliki RT di bawah 1. Hal itu agar mata rantai penularan terputus. Menyikapinya, Perwali Nomor 26 Tahun 2020 kita tegakkan penerapannya di lapangan,” bebernya.

Untuk itu, Emi yang juga Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini meminta kepada seluruh masyarakat Kota Cantik untuk terus mematuhi protokol kesehatan, terutama berbagai hal yang telah diatur dalam Perwali No 26/2020. Terlebih dengan telah masuk ke dalam Zona Oranye, maka protokol kesehatan harus diperketat dan dipertahankan kondisinya, terlebih bisa kembali turun ke dalam Zona Kuning atau Zona Hijau tanpa penyebaran kasus.

Berdasarkan data harian dari Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, 22 Oktober pukul 19.00 WIB, ada penambahan 3 kasus konfirmasi positif Covid-19, sehingga secara akumulatif menjadi 1.193 kasus positif. Kemudian ada 71 pasien positif yang berada dalam perawatan, 1.055 pasien yang sembuh dan 67 meninggal dunia.

“Semakin rendahnya tingkat penyebaran, harus kita pertahankan, bahkan kita tingkatkan hingga kita tak lagi memiliki kasus sebaran kasus positif Covid-19. Tetap taati protokol kesehatan dengan disiplin,” tegas Emi. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas