6 SKKP Kalteng Ikuti SKPP Nasional

  • Whatsapp
6 SKKP Kalteng Ikuti SKPP Nasional
FOTO BERSAMA-Komisioner Bawaslu Siti Wahidah foto bersama peserta  SKPP, kemarin. TABENGAN/DEDI
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) menggelar Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) secara daring, mengingat kondisi Indonesia termasuk Kalteng dalam keadaan penyebaran pandemi Covid-19. SKPP dari yang dilakukan Bawaslu RI, kata Komisioner Bawaslu Kalteng Siti Wahidah, diikuti oleh 64 peserta SKPP Kalteng yang berasal dari 7 kabupaten dan 1 kota.

Hasilnya, kata Siti, Kalteng meloloskan 6 peserta terbaiknya, yang akan ikut dalam SKPP tingkat nasional. SKPP yang diutus Kalteng adalah Lundu Ferryanus Parhusip (26) berasal dari Kabupaten Murung Raya, Muhammad Rifa’i (25) berasal dari Kabupaten Kapuas, Theresia (25) berasal dari Kabupaten Gunung Mas, Humaam Muchtadin (25) berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, Akhmad Rian Susetyo (25) berasal dari Kabupaten Pulang Pisau, dan Mita Sari (27) berasal dari Palangka Raya.

Ada 4 putra dan 2 putri, kata Siti Wahidah, yang secara resmi diutus oleh Kalteng dalam SKPP nasional nantinya. Perwakilan perempuan diwakili oleh Kabupaten Gunung Mas dan Palangka Raya. Kedepannya mereka bisa menjadi garda terdepan dan setelah mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Nasional.

“SKPP merupakan mitra dari Bawaslu Kalteng yang memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap pemilih. Keikutsertaan dalam SKPP tingkat nasional  dapat menjadi suplemen penguat demokrasi bangsa  dengan ikut sertanya masyarakat sebagai kader SKPP Bawaslu, masyarakat akan memiliki pengetahuan lebih dalam terkait pengawasan pemilu,” kata Siti Wahidah, saat menyampaikan keikutsertaan 6 peserta SKPP Kalteng ke SKPP nasional, Rabu (21/10) di Palangka Raya.

Sehingga, lanjut Siti Wahidah, secara tidak langsung, tindakan itu akan membantu memudahkan peserta pemilu dan masyarakat pemilih akan eksistensi aturan kepemiluan, khususnya pengawasan pemilu. 6 peserta SKPP yang berasal dari Kalteng, merupakan yang memiliki nilai terbaik dari berbagai kategori. Sebelumnya, 64 peserta yang mendaftar, namun hanya 32 yang berhasil lolos, dan 6 yang memiliki niali terbaik.

Misalnya kecermatan dalam menyikapi materi. Kecakapan yang dimiliki, maupun hal yang lainnya. Peserta yang sudah lolos dan mengikuti pelatihan ditingkat nasional, diharapkan semakin memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih. Jadi hasil dari SKPP itulah yang bisa menyebarkan virus-virus pengawasan dimasyarakat karena mereka sudah dibekali dengan pembelajaran terkait arti demokrasi sesungguhnya dan ilmu kepemiluan. ded

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas