Kesbangpol Apresiasi Posko Relawan Paslon Berdampingan

  • Whatsapp
Kesbangpol Apresiasi Posko Relawan Paslon Berdampingan
POSKO-Tampak posko relawan masing-masing paslon yang letaknya berdampingan. Gambar diambil, Rabu (21/10).TABENGAN/LIU
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada tanggal 9 Desember sudah di depan mata. Saat tahapan pelaksanaan sudah memasuki masa kampanye, tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Namun ada yang menarik perhatian dari pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah kali ini, posko relawan masing-masing pasangan calon (Paslon) di Jalan Iman Bonjol Kota Palangka Raya, letaknya berdampingan, hanya dipisahkan oleh pagar pembatas.

“Saya senang sekretariat di depan Korem berdampingan. Jangan dilihat kalau berdekatan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalteng, Agus Pramono, Rabu (21/10).

Menurut Agus hal itu sangat luar biasa dan jarang terjadi karena biasanya dimana-mana, selalu berjauhan. Agus menjelaskan, dari sumber Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), setidaknya ada tiga potensi ancaman kerawanan pada pelaksanaan Pilkada 2020.

Polarisasi di tengah masyarakat akibat persebaran informasi lewat media sosial (medsos). Potensi terjadinya polarisasi di tengah masyarakat harus diantisipasi dengan baik. Terutama lewat medsos, dimana marak hoaks, ujaran kebencian, kampanye negatif yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan harus dicegah secara maksimal. Kemudian politik identitas dan politisasi isu suku, agama, ras dan antar golongan (sara) yang diduga masih akan menjadi ancaman pada Pilkada 2020.

Potensi ini perlu menjadi perhatian bersama untuk diantisipasi semua pihak terkait di daerah. Potensi kerawanan terakhir, keberpihakan dan ketidaknetralan penyelenggara pemilu kepada salah satu paslon kepala daerah secara langsung menjadi sumber utama konflik dalam seluruh proses tahapan Pilkada.

Tak dipungkiri, Pilkada kali ini mempunyai tantangan lebih berat dibandingkan pesta demokrasi pada umumnya. Selain persoalan hoaks, ancaman pandemi Covid-19 juga menjadi persoalan.  Tantangan selama Pilkada tidak hanya dihadapi oleh para penyelenggara pemilu saja. Namun juga para pengawas pemilu dan juga para penegak hukum memiliki tantangan berat dalam pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang. yml

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas