Sehari, Palangka Raya Nihil Positif Covid-19

  • Whatsapp
Sehari, Palangka Raya Nihil Positif Covid-19
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Sebaran Covid-19 yang menjangkiti masyarakat Kota Palangka Raya masih terus meningkat, meskipun tidak signifikan. Hingga Senin (19/10) pukul 19.00 WIB, berdasarkan update data dari Tim Satgas Covid-19 kota setempat, tercatat akumulasi angka terkonfirmasi mencapai 1.187 kasus, 67 meninggal dunia, 1.016 sembuh dan 104 dalam perawatan.

“Selama sehari dalam 1 bulan terakhir, yakni pada 19 Oktober, tidak terdapat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Palangka Raya. Sejauh ini, angka kesembuhan juga meningkat hingga seribu kasus dengan persentase sebesar 85,59 persen. Dalam seminggu terakhir, tren pasien dalam perawatan cenderung menurun,” kata Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani kepada Tabengan, Selasa (20/10).

Emi menjelaskan, pada tingkat kecamatan, sebaran kasus Covid-19 di  Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut masih menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi.

Kecamatan Pahandut dengan total 377 positif dan 324 sembuh, kemudian Kecamatan Jekan Raya dengan 742 positif dan 640 sembuh. Lalu Kecamatan Sabangau dengan 49 positif dan 34 sembuh, Kecamatan Bukit Batu dengan 18 positif dan 17 sembuh, dan Kecamatan Rakumpit dengan 1 kasus positif dan 1 sembuh.

“Dengan Kelurahan Menteng dan Bukit Tunggal menjadi kelurahan tertinggi jumlah warga terpapar. Disusul Kelurahan Palangka dan Langkai,” bebernya.

Khusus Kota Palangka Raya, ungkap Emi, jumlah terpapar memang meningkat, namun seiring hal tersebut jumlah kesembuhan juga lebih meningkat. Sehingga masyarakat terus diminta menerapkan protokol kesehatan dan tim melakukan menjalankan program 3T, yakni testing, tracing, dan treatment.

“Berbagai upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya. Melalui Tim Gugus Tugas terus melaksanakan sosialisasi, deteksi dini, pengamanan hingga penanganan kasus dan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan sebagaimana yang ada dalam Perwali Nomor 26/2020. Artinya pemerintah terus bergerak dan mengingatkan pentingnya protokol kesehatan secara optimal,” tuturnya.

Sedangkan untuk rekapitulasi hasil operasi yustisi penegakan Perwali No 26/2020, terhitung sejak 14 September sampai 18 Oktober telah tercatat 2.075 kasus pelanggaran protokol kesehatan. Pelanggaran didominasi oleh pelanggaran perorangan tak memakai masker sebanyak 2.051 pelanggaran, dan 23 teguran tertulis bagi pelaku usaha.

“1.332 orang menjalani kerja sosial dan 609 telah mendapatkan sanksi administrasi Rp100 ribu. Jumlah masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan sudah menurun dibandingkan awal pemberlakuan Perwali ini. Kita harapkan dengan adanya peraturan ini, mampu menjadi upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Cantik,” pungkasnya. rgb

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas