Bikin SIM Wajib Tes Psikologi

  • Whatsapp
Bikin SIM Wajib Tes Psikologi
Kasat Lantas Polresta Palangka Raya AKP Anang Hardianto
iklan atas

PALANGKA RAY/tabengan.com- Tes psikologi sebagai syarat terbaru untuk memproses dan memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) kini telah diterapkan Satpas SIM Satlantas Polresta Palangka Raya. Penggunaan hasil tes psikologi sebagai syarat memperoleh SIM dimulai sejak Senin (19/10) lalu.

Kasat Lantas Polresta Palangka Raya AKP Anang Hardianto melalui Kanit Regident Ipda Hartono mengatakan, sesuai petunjuk dari Ditlantas Polda Kalteng penerapan tes psikologi untuk pemohon dalam membuat SIM seharusnya dimulai sejak 2 Oktober lalu. Namun, karena berbagai pertimbangan dan sosialisasi, penerapan diundur dan dimulai pada 19 Oktober.

“Penerapan hasil tes psikologi ditujukan, baik untuk membuat SIM baru, perpanjangan maupun kehilangan. Seperti syarat pada awalnya, pemohon juga harus melampirkan fotokopi KTP, dan Surat Keterangan Sehat,” katanya, Selasa (20/10) siang.

Menurutnya, penerapan tes psikologi untuk penerbitan SIM adalah amanah sesuai dengan Pasal 81 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan sebagaimana yang dituangkan dalam Pasal 36 Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi.

“Dari undang-undang itu disebutkan bahwa salah satu persyaratan penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” ungkapnya.

Hartono menjelaskan, hasil tes psikologi bisa didapatkan di mana saja, baik di rumah sakit maupun kantor psikolog. Kebetulan, di dekat Polresta Palangka Raya terdapat kantor psikolog yang bisa memberikan tes untuk kepentingan pembuatan SIM.

“Hasil tes psikologi bisa didapat di mana saja, kami hanya mewajibkan pemohon melampirkan tes psikologi sebagai syarat penerbitan SIM,” jelasnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas