Sepanjang 2020, Terjadi 3 Kali Serangan Buaya di Kotim

  • Whatsapp
Sepanjang 2020, Terjadi 3 Kali Serangan Buaya di Kotim
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com- Buaya muara di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kerap memberikan teror kepada masyarakat. Berdasar data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, sepanjang tahun 2020 ini saja ada 3 kali serangan buaya yang tercatat oleh BKSDA Pos Sampit.

“Tahun 2020 sebenarnya lebih dari 3 kali serangan buaya, tetapi belum terlalu jelas juga. Seperti di Handil Sohor infonya terjadi 4 kali serangan, yaitu 2 luka dan 2 selamat, namun yang terdata cuma satu kasus,” terang Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Senin (19/10/2020).

Selain itu, lanjut Muriansyah, di Desa Lampuyang Kecamatan Pulau Hanaut yaitu di muara Sungai Lampuyang Besar terjadi ada 4 serangan. Semua korban mengalami luka ringan. “Namun yang terdata ada hanya ada 2 kasus,” ungkap Muriansyah.

Jika dihitung sejak tahun 2010, Muriansyah mengatakan sedikitnya sudah terjadi 28 kali serangan buaya, dengan 7 korban tewas. Sebagian besar korban serangan buaya tersebut saat sedang mandi dan mencuci pakaian di Sungai Mentaya maupun di anak-anak Sungai Mentaya.

Sebelumnya terjadi serangan buaya terhadap 2 orang kakak beradik warga Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotim saat sedang mencari kerang. BKSDA Pos Sampit kemudian melakukan peninjauan ke lokasi serangan buaya.

Saat peninjauan tersebut ternyata kawasan yang dijadikan warga untuk mencari kerang merupakan habitat buaya muara. Pasalnya, saat petugas BKSDA Pos Sampit melakukan peninjauan, sedikitnya berpapasan dengan 4 ekor buaya berukuran sekitar 1 meter di 4 lokasi. c-arb

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas