Menikmati Wisata Alam Sei Dahiei Katingan

  • Whatsapp
Menikmati Wisata Alam Sei Dahiei Katingan
BAKAR IKAN- Bupati Katingan Sakariyas bersama warga memasak nasi dan membakar ikan hasil tangkapan mancing di Sei Dahiei. TABENGAN/SUSENO
iklan atas

Sei Dahiei merupakan sungai yang berada di Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan. Aliran Sungai Samba yang bagian ujungnya berada di kaki Bukit Raya ini masuk kawasan konservasi dan menjadi taman nasional di jantung Pulau Kalimantan, sehingga sangat cocok bagi para wisatawan.

Dalam kawasan hutan lindung itu terdapat berbagai macam ekosistem hutan. Tercatat sedikitnya 871 jenis tumbuhan dan berbagai macam burung langka yang masih hidup di daerah tersebut. Untuk menuju puncak Bukit Raya, memerlukan waktu panjang, bahkan bisa berminggu-minggu.

Untuk menuju kaki Bukit Raya saja, terdapat sungai yang disebut oleh masyarakat Sei Dahiei, dari Kasongan Ibu Kota Kabupaten Katingan, 2 hari perjalanan darat melewati perbukitan. Namun, apabila sudah sampai di Sei Dahiei, maka lelah pun terbayarkan. Suasananya begitu nyaman, sejuk dan indah dipandang karena hutannya masih alami.

Koresponden Tabengan Biro Katingan telah membuktikan hal itu ketika mengikuti kegiatan kunjungan kerja Bupati Katingan Sakariyas dalam rangka jelajah alam wisata budaya Sungai Dahiei atau Sei Dahiei Desa Tumbang Habangoi, Kecamatan Petak Malai.

Rombongan menikmati perjalanan selama 4 hari pulang pergi melalui jalur darat pada Rabu (14/10) pagi, dari Kota Kasongan menggunakan kendaraan roda empat. Setelah berada di sebuah kamp di Desa Habangoi, dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Sei Dahiei.

Banyak keunikan dan keindahan dijumpai di sepanjang perjalanan. Bahkan, ikut merasakan nikmatnya makan bersama warga dan Bupati saat menyantap ikan sapan yang merupakan ikan berharga sangat mahal. Dalam perjalanan menuju Sei Dahiei, rintangan kerap dijumpai, seperti pada malam hari menyeberangi sungai dan mendirikan tenda dengan gotong royong.

Saat tiba di Sei Dahiei sekitar pukul 19.00 WIB, rombongan Bupati Katingan langsung mendirikan tenda dan mencari ikan sapan menggunakan pancing dan tombak. Hasil yang didapat cukup banyak, sehingga dirasa cukup nikmat karena dimakan bersama-sama.

Pagi harinya sebelum menuju kaki Bukit Raya, rombongan sarapan dan berdoa bersama untuk melanjutkan perjalanan. Cuaca gerimis dan banyak sekali dijumpai lintah yang menempel di kaki maupun bagian tubuh lainnya. Setelah kenyang mengisap darah, lintah tersebut lepas dengan sendirinya, namun meninggalkan bekas gigitan yang masih berdarah.

Pengalaman ini tentu jadi tantangan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung agar menyiapkan diri dengan menggosok obat anti lintah. Salah satunya ampenan, yang dalam bahasa Indonesia berarti tembakau rokok.

“Kita sekarang berada di Sei Dahiei, Kecamatan Petak Malai yang jarak tempuhnya dari Kota Kasongan, Ibu Kota Kabupaten Katingan selama 2 hari. Sei Dahiei ini berada di bawah kaki Bukit Raya yang kurang lebih 17 Km lagi kita sampai di puncak Bukit Raya, dan lokasi ini merupakan hutan lindung,” kata Sakariyas, Jumat (16/10).

Sakariyas berharap masyarakat Katingan menjaga hutan, jangan merusak hutan karena ini sesuatu yang luar biasa bagi Katingan. Kawasan yang langka dan masih alami. Bisa mendengar suara burung yang indah, bisa memandang kayu-kayu yang indah dan sungainya banyak ikan sapan, jelawat yang merupakan ikan harga mahal, sehingga harus dijaga dan dipelihara.

Sakariyas menuturkan, Sei Dahiei ini merupakan Sungai Samba yang paling ujung. Sungainya tidak besar, pengunjung bisa berjalan kaki untuk menyeberang sungai. Dengan banyaknya keanekaragaman di wilayah hutan lindung, menjadi keunikan tersendiri. Ini menjadi tempat wisata yang sangat bagus dan unik, sehingga diharapkan para wisatawan, baik wisatawan asing maupun local, bisa datang ke Sei Dahiei.

Camat Petak Malai Kusuma Jaya mengatakan, Sei Dahiei tempat wisata budaya yang dipelihara sejak zaman dahulu. Di kawasan ini sangat indah dan asri, begitu juga budaya karena di Sei Dahiei ada keramat atau tempat sakral dan peninggalan leluhur yang harus dipelihara. Pemberian sesajen di tempat keramat atau patahu karena di situlah awalnya untuk meminta izin kepada leluhur.

“Kita sampai di Sei Dahiei ini ada ritual sebagai penghormatan kepada leluhur. Ini merupakan ritual yang ada sejak zaman dahulu, sehingga wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke sini dalam keadaan sehat. Kawasan ini sudah sering dikunjungi oleh wisatawan asing. Terutama yang pertama kali melakukan kunjungan cucunya Muller Schwaner, karena kakeknya dahulu menamakan jajaran bukit ini dari kaki Bukit Raya hingga bukit lainnya dinamakan Schwaner karena kakeknya ini yang pertama dari orang asing yang mendaki dan mengelilingi bukit bukit yang ada di sini,” kata Kusuma Jaya.

Sementara itu, Kades Habangoi Ibal Junjung mengatakan, rombongan Bupati Katingan mendatangi situs budaya yang berada di Dahiei, sehingga menjadi menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Diharapkan dengan kehadiran Bupati dapat membuka kesempatan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dapat berkunjung.

“Di Dahiei inilah Gubernur pertama Kalimantan Tengah Tjilik Riwut mendapat wahyu agar dapat mendaki ke puncak Bukit Raya. Bahkan, di sini ada mitos yang dipercaya untuk mendaki ke puncak Bukit Raya tidak bisa direncanakan, namun apabila ada niat segera berangkat,” katanya. suseno

iklan atas

Pos terkait

iklan atas