Era Sugianto-Habib, Hampir Semua Desa Dialiri Listrik

  • Whatsapp
Era Sugianto-Habib, Hampir Semua Desa Dialiri Listrik
MENINJAU – H Sugianto Sabran bersama Bupati Barsel H Eddy Raya Samsuri dan jajaran lainnya, ketika melaksanakan peninjauan di lokasi pertambangan, beberapa waktu. ISTIMEWA
iklan atas

***2016-2020, 86 Persen Sudah Ada Penerangan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Di masa pemerintahan H Sugianto Sabran-Habib Ismail Bin Yahya, saat ini 86 persen pedesaan di Kalteng sudah teraliri listrik. Artinya hampir keseluruhan wilayah di provinsi tersebut sudah tidak gelap gulita lagi.

Menurut Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng Ermal Subhan, salah satu solusi dalam menindaklanjuti persoalan listrik di perdesaan adalah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Konsep itu, ujarnya saat ini mengalami peningkatan dan berdampak pada adanya penerangan bagi masyarakat di perdesaan.

“Sejak 2016 silam Pemprov Kalteng terus mengupayakan peningkatan terkait program listrik masuk desa, sehingga beberapa desa yang dulunya tanpa penerangan kini sudah teraliri listrik,” ujarnya kepada awak media, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10).

Dari data yang ada, ujarnya, peningkatan desa berlistrik dari 2016 hingga 2020 sudah ada sebanyak 148 desa. Sementara selama tahun 2016 hingga 2020, presentase kenaikan desa berlistrik berjumlah 9,21 persen.

Maka di tahun ini, ujarnya, desa yang masih belum memiliki listrik berjumlah 123 desa, dan saat ini pihaknya mengejar secara sigap untuk memenuhi kelistrikan pada jumlah tersebut.

Dirinya menyebutkan data di Dinas ESDM Kalteng, Pemprov sudah membangun PLTS ke seluruh wilayah di provinsi itu secara bertahap. Untuk jumlahnya sendiri yang tersebar ada 10.916 unit PLTS terpusat 24 unit.

“Di 2016 ada 2.380 unit PLTS yang tersebar /12 unit terpusat, seperti Lamandau 233 unit, Kobar 262 unit, Katingan 572 unit, Kapuas, 120 unit, Barut 839 unit dan Mura 285 unit,” ujarnya.

Untuk PLTS terpusatnya di Lamandau ada 5 unit, Pulang Pisau 2 unit, Kapuas 4 unit dan Barsel 1 unit.

Untuk 2017, terangnya, sudah ada 360 unit PLTS tersebar dan 5 unit yang terpusat seperti di Kobar 205 unit, Kotim 155 unit, Katingan 3 unit, Kapuas 1 unit dan Barsel 1 unit. Meningkat di 2018 jumlah PLTS tersebarnya 1.841 unit dan yang terpusat ada 6 unit. Lalu di 2019 berjumlah 6.241 unit PLTS tersebar dan 1 unit terpusat.

Hingga di 2020 ini, ujar Erman, sudah ada PLTS tersebar dengan jumlah 94 unit. “Di 2020 ini kita ada program untuk pembangunan PLTS tersebar, yaitu di Kotim sebanyak 47 unit yang saat ini sudah dilaksanakan di Desa Tumbang Penyahuan, Kecamatan Bukit Santuai ada 47 unit,“ ujarnya.

Lalu untuk di Lamandau sendiri ada 47 unit yang terlaksana di Desa Nanga Matu, Kecamatan Belantikan Raya sebanyak 47 unit tersebut.

Ermal menambahkan, dilaksanakan juga pembangunan di beberapa daerah lain seperti Katingan, khususnya Kecamatan Mendawai dengan jumlah 123 unit, Murung Raya 184 unit yang sudah diverifikasi di Laas Baru, Barut 84 unit dan Desa Narui, Kecamatan Laung Tuhup 100 unit. Sedangkan sisanya masih terus berjalan yang nantinya seluruh wilayah di Kalteng dapat teraliri listrik. drn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas