Covid-19 Mewabah, Pemakai Narkoba Meningkat

  • Whatsapp
Covid-19 Mewabah, Pemakai Narkoba Meningkat
DIMUSNAHKAN- Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo bersama Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Edy Swasono saat memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu. Inset: Tersangka saat digiring. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

**17 Tersangka, 1,398 Gram Sabu Dimusnahkan

 PALANGKA RAYA- Sebanyak 1,398 gram narkoba jenis sabu dimusnahkan jajaran Ditresnarkoba di depan lobi Mapolda Kalteng, Selasa (13/10) pagi. Barang bukti sabu yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan di 4 wilayah di Kalteng pada September 2020 dengan 14 kasus dan 17 tersangka.

Dihadiri Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Edy Swasono dan Kepala BPOM Palangka Raya Trikoranti, barang bukti sabu dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke cairan pembersih. Sebanyak 17 tersangka turut dihadirkan dalam pemusnahan tersebut.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, 4 wilayah jajaran pengungkapan berasal dari Kabupaten Kotawaringin Timur dengan 6 kasus dan 8 tersangka bersama 502,62 gram sabu. Kabupaten Kapuas dengan 1 kasus dan 17,17 gram sabu.

Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 1 kasus dengan 1 orang tersangka dan barang bukti 86,37 gram dan Kota Palangka Raya 6 kasus dengan 7 tersangka dan sabu seberat 792,77 gram.

“Seluruh tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sasaran edar masih sama, yakni di area perkebunan dan pertambangan,” urainya.

Dalam mengungkap peredaran narkoba, lanjut Dedi, pihaknya turut menggandeng BNNP Kalteng dan Kanwil Kemenkumham, di mana masih ada beberapa narapidana yang memasok narkoba ke Kalteng. Seluruh pengungkapan narkoba tersebut diketahui berasal dari jaringan Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Menurutnya, peredaran narkoba cukup tinggi masih terjadi di Kabupaten Kotim. Ini didasari adanya pelabuhan di wilayah tersebut yang menghubungkan langsung Kotim dan Surabaya. Hampir setiap minggu terjadi pengungkapan di sana.

Polda Kalteng dipastikan akan terus berkomitmen melakukan pemberantasan narkoba tanpa henti. Tidak ada satu wilayah pun yang bisa mengklaim daerahnya bebas untuk mengedarkan narkoba.

“Selama pandemi Covid ini lonjakan penyalahgunaan narkoba turut melonjak karena bandar memanfaatkan situasi. Kita akan bertindak tegas terhadap seluruh penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Senada, Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Edy Swasono menegaskan, selain melakukan kegiatan represif pihaknya juga melakukan strategi lain dengan mengeliminir para pengguna narkoba.

Seperti konsep berdagang, jika ada permintaan maka suplai akan terus mengalir. Hal inilah yang kini gencar dilakukan BNNP Kalteng untuk melakukan rehabilitasi terhadap pengguna dan mengurangi jumlah suplai narkoba ke Kalteng.

“Kita sudah koordinasi dengan Pemda yang akan membantu membangunkan tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Ini termasuk langkah strategis kita,” katanya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas