Pemko Upayakan Kestabilan Komoditas Penyumbang Inflasi

  • Whatsapp
Pemko Upayakan Kestabilan Komoditas Penyumbang Inflasi
PIMPIN - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah saat memimpin rapat koordinasi terbatas TPID Kota setempat, Selasa (13/10). TABENGAN/ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pada Selasa (13/10) kemarin, Wakil Wali Kota Palangka Raya Hj Umi Mastikah membuka secara langsung kegiatan rapat koordinasi terbatas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III di ruang Peteng Karuhei II Balai Kota Palangka Raya, didampingi Sekda Hera Nugrahayu, Asisten II dan sejumlah pimpinan SOPD dilingkungan Pemko setempat.

“Pemerintah Kota Palangka Raya terus mengoptimalkan strategi pemulihan ekonomi. Salah satu caranya adalah mendorong pembangunan ekonomi berbasis ketahanan pangan. Walaupun penyebaran virus Covid-19 masih terjadi di wilayah Kota Palangka Raya. Namun menjadi tekad kuat pemko untuk membangun ekonomi masyarakatnya,” ujar Umi.

Dikatakannya, meskipun inflasi dari tahun ke tahun selalu ada tetapi semua SOPD dan pihak terkait diharapkan lebih masif dalam melakukan program dan strategi serta kebijakan berbasis ketahanan pangan.

“Inflasi diharapkan  mampu dikendalikan agar dapat menjadi indikator keseimbangan sektor pangan, industri dan sebagainya,” ujarnya.

Diungkapkan, pada September lalu, mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Hal tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain penurunan indeks pada harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Tiga komoditas penyumbang inflasi di Kota Palangka Raya, adalah ikan gabus sebesar 0,04 persen, ikan lele sebesar 0,03 persen dan emas perhiasan 0,03 persen.

“Sedangkan 3 komoditas penahan inflasi yakni buah semangka sebesar 0,10 persen, kemudian angkutan udara sebesar 0,08 persen dan daging ayam ras sebesar 0,06 persen,” bebernya.

Faktor-faktor tersebut, tentu saja mendorong TPID Kota Palangka Raya agar terus memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan pasokn, dan stabilitas harga terhadap komoditas penyumbang inflasi di Kota Cantik secara keseluruhan.

“Saya mendorong agar jajaran TPID bisa terus menjaga eksepektasi masyarakat, karena perilaku belanja masyarakat banyak dipengaruhi oleh eksepektasi masyarakat agar perilaku belanjanya dapat dikendalikan. Sehingga deflasi maupun inflasi tetap dapat terkontrol dan menurunkan resiko goyahnya perekonomian daerah,” ucap Umi.rgb 

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas