Kemos Perbudak Teman SMA

  • Whatsapp
Kemos Perbudak Teman SMA
ILUSTRASI
iklan atas
  • Sering Dimintai Uang
  • Dipaksa Bikin Video Mesum dan Berhubungan Intim
  • Video Disebar Hingga Korban Dipecat dan Gagal Nikah

PALANGKA RAYA – DBT alias Kemos menjadi terdakwa pelanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Selasa (13/10). Kemos memperbudak temannya sewaktu SMA, meminta sejumlah uang hingga mengajak berhubungan intim  dengan paksaan.

Kemos dan korban berinisial Nor, sekolah bersama tahun 2008, namun kemudian putus kontak ketika Kemos kuliah di Malang, Jawa Timur. Pada  Nopember 2019, korban mendapat permintaan pertemanan dari Kemos melalui media sosial facebook.  Merasa Kemos adalah teman lamanya, korban menerima permintaan pertemanan Kemos, sekaligus memberikan nomor telepon yang diminta.

Setelah itu Kemos sering meminjam uang dari korban dengan nominal Rp100.000 hingga Rp1 juta, tapi tidak pernah mengembalikannya. Pada Desember 2019, korban menolak saat Kemos hendak meminjam uang. Kemos justru balik mengancam akan mengirim orang untuk membunuh korban. Karena takut, korban akhirnya mulai mengirimkan lagi uang antara Rp500.000 hingga Rp5 juta.

Kelakuan Kemos makin menjadi hingga pada Februari 2020. Kemos memaksa korban mengirimkan video payudara dan alat vitalnya melalui whatsapp.  Karena diancam akan dibunuh, korban terpaksa melakukan kemauan Kemos.  Hal ini terjadi beberapa kali di bawah ancaman Kemos. Pada April 2020, Kemos memaksa korban menjemputnya di depan kantor Bapas Jalan Tjilik Riwut Km 4 Kota Palangka Raya, lalu mengantar ke rumahnya di Jalan Menteng XIII.

Sesampainya di rumah, Kemos memukul dan mengancam akan membunuh korban bila tidak dilayani berhubungan intim. Karena ketakutan, korban terpaksa memenuhi kemauan Kemos. Hal tersebut berulang beberapa kali pada waktu berbeda.  Pada Mei 2020  korban memberitahu Kemos bahwa dia hendak menikah. “Akan kuhancurkan gelarmu, sekolahmu, hidupmu!” ancam Kemos.

Pada 27 Juni 2020, korban diberitahu temannya bahwa video telanjangnya ada disebarkan seseorang. Bahkan akhirnya video tersebut beredar di rumah sakit tempat korban bekerja. Perempuan malang ini bukan mendapat simpati melainkan dipecat dari pekerjaannya sebagai pegawai honorer. Puncaknya, calon suami dan ayah korban mengetahui adanya video tersebut. Tidak tahan lagi dengan perbuatan Kemos, korban akhirnya mengadukan kasus tersebut pada aparat kepolisian yang kemudian mengamankan dan memproses hukum Kemos.  dre

iklan atas

Pos terkait

iklan atas