22 Jam Pencarian, Galy Ditemukan Tak Bernyawa

  • Bagikan
TENGGELAM – Jasad Galy Samudra, korban tenggelam, saat dievakuasi oleh tim pencari gabungan di sekitar eks kerukan Jl. Mendawai Ujung, Palangka Raya, Rabu (7/10) siang. TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Galy Samudra (13), siswa SMP yang dikabarkan tenggelam di kanal DAS Kahayan Jalan Mendawai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, akhirnya ditemukan. Memakan waktu hingga 22 jam usai dilaporkan tenggelam, tim gabungan dari Basarnas, relawan, warga dan sejumlah organisasi massa menemukan korban sudah tidak bernyawa tepat di lokasi awal tenggelam, Rabu (7/9) sekitar pukul 12.47 WIB.

Kasubsi Sumber Daya SAR Basarnas Palangka Raya Sarjito mengatakan, saat ditemukan korban dalam keadaan telah meninggal dunia. Sejumlah teknik pencarian dilakukan guna mencari keberadaan korban yang tenggelam di dasar sungai. Seperti menggunakan batang rotan, jaring dan menyelam di sekitar lokasi tenggelam.

“Setelah ditemukan korban dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani visum et repertum dan akan segera diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.

Dijelaskan, posisi keberadaan jenazah korban sebenarnya 2 kali telah ditemukan oleh tim SAR yang melakukan pencarian. Namun, karena daya apung jenazah yang masih belum tinggi, korban pun kembali tenggelam.

“Karena telah 2 kali gagal mengevakuasi, kita membuat perencanaan baru hingga akhirnya berhasil menemukan dan mengevakuasi korban,” jelas Sarjito.

Menurutnya, kendala pencarian disebabkan korban tidak menggunakan baju saat tenggelam, sehingga kail yang dipersiapkan tidak menyangkut ke badan korban. Kemudian kondisi kanal yang cukup dalam dan keruh, meski area pencarian tidak terlalu luas.

Hamli alias Unyil, penemu pertama jenazah, mengaku tidak memiliki firasat apapun. Namun, saat itu ia disuruh oleh salah satu orang tua di kawasan tersebut untuk menyelam dan melakukan pencarian di sekitar lokasi.

“Tadi pertama yang kepegang bagian pantat, sempat kembali tenggelam, namun berhasil dievakuasi. Posisi jenazah ada di dasar sungai karena tadi saya sudah sampai ke bagian berlumpur. Padahal, lokasi korban didapatkan sudah saya selami kemarin hingga malam, namun tidak dapat apa-apa,” urainya. fwa

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *