Gitar Karya Warga Desa Pangkalan Durin Tembus Mancanegara

  • Whatsapp
Gitar Karya Warga Desa Pangkalan Durin Tembus Mancanegara
TEMBUS MANCANEGARA - Gitar Karya Binanto warga Desa Pangkalan Durin Kecamatan Pangkalan Lada, laku keras di kalangan pemusik Mancanegara. TABENGAN/YULIANTINI
iklan atas

PANGKALAN BUN – Gitar dengan merk “Bigger” (Binanto Gitar Maker), ternyata karya tangan dingin dari salah seorang warga Desa Pangkalan Durin Kecamatan Pangkalan Lada. Gitar listrik dan akustik yang dibuat Binanto ini, ternyata banyak dipesan oleh pemusik mancanegara.

Binanto kelahiran 1987, sejak tahun 2014 memulai usahanya membuat gitar, kini telah terjual ratusan gitar, yang dijual dengan harga yang paling murah Rp4.000.000  hingga harga Rp14.000.000. Namun untuk mengembangkan usahanya itu, bapak dari dua anak ini terbentur modal, untuk membeli peralatan yang lebih canggih.

“Saya hanya mampu mengerjakan 2 buah gitar dalam satu bulan, dimana untuk pemesan paling banyak dari Malaysia, Brunei dan Singapura, sementara pemesan dari dalam negeri sebagian besar dari Sumatera, Pontianak dan daerah lainnya yang ada di Indonesia,” kata Binanto saat di wawancarai wartawan Tabengan, di Desa Pangkalan Durin Kecamatan Pangkalan Lada, Minggu (4 /10).

Binanto, kelahiran Ambawara, sejak tahun 2007 tinggal di RT 6 Desa Pangkalan Durin, awalnya bekerja sebagai operator excavator. Saat itu Binanto dengan gaji yang rendah, tidak mampu untuk membeli gitar.

“Saya hobby main gitar, saat saya bekerja sebagai operator exavator, jangankan untuk membeli gitar, untuk makan saja kurang, saat itu saya pun membuat gitar sendiri,” ujar Binanto.

Karena hobby main gitar  Binanto kerap memposting, saat bermain gitar buatannya di you tube, dan ternyata postingannya itu mendapatkan respon dari pencinta gitar.

“Saya masih ingat, gitar yang pertama kali saya buat, dibeli oleh bos saya bekerja, saat itu gitar saya ditawar dengan harga Rp 5 juta, saya pun terkejut, kok berani bayar mahal gitar saya itu,” ujar Binanto.

Semenjak itulah, akhirnya Binanto banting setir, meninggalkan pekerjaannya, lalu menggeluti usahanya membuat gitar. Binanto pun memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan karyanya itu, alhasil banyak pemusik dari luar Negeri yang memesan.

“Gitar yang saya buat ini dari bahan kayu Mahoni dan Sungkai, selain itu saya juga menggunakan kayu dari luar negeri yakni maple dan alder, kayu itu saya beli dari suplayer yang ada di Bandung, harganya lumayan cukup mahal juga,” ucap Binanto.

Kelebihan gitar karya Binanto ini berdasarkan keterangan dari pelanggan, yakni detail dan presisi yang kuat sehingga menghasilkan suara yang indah. Karena itulah, gitar merk Bigger karya Binanto laku keras dengan harga yang cukup tinggi.

“Saya membuat gitar berdasarkan pemesanan, jadi saya tidak pernah buat stok, keinginan pemesanan berbeda beda, jadi saya membuat sesuai keinginan pemesan, begitu mereka deal dengan harga, saya pun minta uang tanda jadi,” ungkapnya lagi.

Tetapi lanjutnya, ada juga pemesan meski sudah kasih uang muka, tetapi barangnya belum diambil, dan hingga kini Binanto masih menyimpan barang tersebut dan tidak berani menjualnya.YULIANTINI

 

 

 

iklan atas

Pos terkait

iklan atas