Omnibus Law Rilis, IHSG Bergerak Naik

  • Whatsapp
Omnibus Law Rilis, IHSG Bergerak Naik
Foto: Fitria Husnatarina, Bernanto, Stephanus Cahyanto
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah resmi mengesahkan Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law pada Senin, 5 Oktober 2020 lalu.  Tidak beberapa lama setelah UU Cipta Kerja tersebut disahkan, muncullah berbagai polemik di masyarakat. Pro-kontra pun tidak dapat dihindari.

Namun, bersamaan dengan disahkannya UU Cipta Kerja rupanya membawa angin segar bagi progresifitas bagi dunia investasi.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR), Dr Fitria Husnatarina, SE.,M.Si.,Ak.,CA, menyampaikan dalam rilisnya bahwa dampak UU Cipta Kerja adalah terlihat di beberapa saham dengan pergerakan positif.

“Menurut saya disisi investor ini berita baik (pemilik dana besar),” ujarnya. Namun Fitria juga mengharapkan ada peninjauan kembali tentang isinya, karena masih menyisakan berbagai pertanyaan di masyarakat pada umumnya.

Sementara itu, Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Cabang Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyanto Kristiadi mengkonfirmasi hal tersebut.  Dimana pada Selasa (6/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 40.452 poin (0.816 persen) di angka 4,999.221.

“Sektor-sektor yang mengalami kenaikan tertinggi yaitu sektor Finansial (1.65 persen), sektor Aneka Industri (1.25 persen) dan sektor Infrastruktur, Utilitas & Transportasi (1.14 persen),” bebernya.

Selanjutnya dikatakannya pula terjadinya penguatan kali ini juga dipengaruhi oleh pengesahan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang dipercaya pelaku pasar bisa membawa dampak positif  terhadap investasi asing di Indonesia, khususnya investasi jangka panjang.

Meningkatnya investasi menurutnya, dipercaya akan berpengaruh terhadap neraca perdagangan Indonesia yang diharapkan akan menstabilkan rupiah.

Salah satu penggerak IHSG hari ini selain naiknya saham-saham perbankan juga didukung oleh kenaikan saham-saham konstruksi seperti WIKA (+7.8 persen), ADHI (+3.96 persen), WSKT (+4.85 persen) & JSMR (+3.91 persen).

“Saham-saham konstruksi mendapatkan angin segar dari Omnibus Law. Dikarenakan dengan adanya Omnibus Law, sengkarut dalam proses pembebasan lahan dapat segera diselesaikan. Dengan demikian dapat mempercepat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yangg sedang berjalan,” tandasnya.

Di lain tempat, Branch Manager Phintraco Sekuritas Palangka Raya, Bernanto turut berkomentar mengenai hal tersebut. Menurut dia UU Cipta Kerja mempunyai dampak yang berarti ke IHSG pada saat UU tersebut diketok oleh DPR Senin (05/10) lalu. Terbukti pada Selasa (06/10), IHSG ditutup mengalami kenaikan +0,8 persen menjadi 4999, dengan nilai transaksi mencapai Rp7 triliun.

“UU tersebut mempunyai pengaruh besar kepada pergerakan harga saham, khususnya ke saham kawasan industri. Dimana saham seperti SSIA, DMAS, BEST,KIJA langsung naik di pembukan mayoritas +2 persen,” bebernya.

Selanjutnya dikatakan pula, UU Cipta Kerja memberikan kemudahan berinvestasi khususnya untuk investor asing dan dapat membantu percepatan ekonomi Indonesia. Oleh karena ketika banyak dana investasi asing yang masuk ke Indonesia artinya ada arus kas yang masuk positif untuk Indonesia. Ini berdampak kepada neraca perdagangan yang positif serta nilai tukar uang yang stabil.

“Selain berdampak kepada sektor kawasan industri, UU ini memberikan dampak besar juga untuk saham yang bergerak di sektor manufaktur, perbankan, properti dan infrastruktur,” imbuhnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas