LANGGAR PROKES-20 Usaha Kuliner Ditegur Keras

  • Whatsapp
LANGGAR PROKES-20 Usaha Kuliner Ditegur Keras
PERIKSA- Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya saat melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung kawasan kuliner Jalan Garuda dalam bagian operasi yustisi penegakan Perwali No 26/2020, Senin (5/10). ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com- Terhitung selama 21 hari atau 3 minggu pasca-diterapkannya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Palangka Raya, tercatat ada 1.484 pelanggar perseorangan ataupun tempat usaha yang mendapatkan sanksi akibat mengabaikan protokol kesehatan (prokes) dalam operasi yustisi yang digelar setiap hari.

Supervisor Pusdalops-Penanggulangan Bencana BPBD Kota Palangka Raya Balap Sipet mengungkapkan, dari keseluruhan pelanggar yang terjaring operasi yustisi, 948 orang di antaranya adalah masyarakat yang mendapatkan sanksi sosial berupa menyapu jalan akibat tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Kemudian sebanyak 455 orang mendapatkan denda administratif sebesar Rp100 ribu, 48 orang mendapatkan teguran lisan, dan 12 orang mendapatkan teguran tertulis.

Hal lainnya, tambah Balap, terdapat 20 tempat usaha berupa kafe/rumah makan mendapatkan teguran tertulis akibat lalai menerapkan prokes dan pengaturan jarak serta kapasitas maksimum pengunjung yang diperbolehkan.

Termasuk 1 kali pembubaran kegiatan mengumpulkan massa dalam jumlah banyak, yakni acara Lumping di Kelurahan Kalampangan pada 27 September lalu.

“Selama 3 minggu, kurang lebih telah digelar 46 kali operasi yustisi yang menyasar titik-titik yang padat aktivitas penduduk dan berpotensi besar terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. Dari kegiatan itu juga, telah terkumpul denda administratif dari 455 orang pelanggar sebesar Rp45,5 Juta. Keseluruhan hasil denda tersebut telah disetorkan ke Kas Daerah Pemko Palangka Raya,” tutur Balap kepada Tabengan, Senin (5/10).

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengingatkan agar pengelola maupun pengunjung kafe saling memerhatikan prokes. Dikhawatirkan jika prokes tidak terpenuhi dapat menimbul klaster baru penyebaran Covid-19.

“Pelaku usaha kuliner seperti kafe sudah kami berikan panduan untuk prokes. Begitu juga bagi para pengunjung terus-menerus kita ingatkan agar tetap menjaga jarak. Kita tidak ingin dari pengunjung ini nantinya muncul klaster baru penyebaran Covid-19,” ujar Emi.

Dia juga meminta masyarakat yang sedang nongkrong agar tidak berlama-lama. Apabila sudah selesai makan dan minum, disarankan tetap memakai masker selama berkomunikasi bersama rekan.

Emi menambahkan, meski sebagian kecil kafe atau rumah makan dianggap lalai prokes, namun cukup banyak pula kafe yang disiplin.

“Mereka bahkan tidak mau menerima orang dalam jumlah banyak. Begitu juga dengan kursi yang sudah diatur sesuai jarak. Sedangkan kafe lainnya saat ini masih proses verifikasi untuk mendapatkan rekomendasi. Kita tetap harapkan kerja sama dari seluruh pihak agar upaya percepatan penanganan Covid-19 ini bisa tercapai,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas